INDEF: Perhatikan bahwa proses merger bank dapat memengaruhi loyalitas debitur

Reporter Tribunnews reporter, Fitri Wulandari (Fitri Wulandari) -TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-peraturan pemerintah menggantikan undang-undang (Perppu), 1 Januari 2020 melibatkan kebijakan keuangan nasional dan stabilitas sistem keuangan Ini memberi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) otoritas yang lebih besar, terutama dalam kaitannya dengan percepatan merger bank.

Hal ini dilakukan untuk mendorong bank mempromosikan pertumbuhan ekonomi selama epidemi virus Coron-19 (Covid-19).

Dalam paragraf 1a, No. 1, 2020 “Perppu” Pasal 23 diberikan kekuasaan yang lebih besar. OJK akan mengeluarkan instruksi tertulis kepada lembaga jasa keuangan yang menjelaskan merger, merger, pengambilalihan, integrasi, dan / atau konversi.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira juga menekankan fungsi kontrol yang dilakukan oleh OJK.

Baca: Bupati Karawang membaik, sambil menunggu hasil tes swab kedua rumah sakit

Baca: Jepang memberikan Avigan dan korona gratis ke 20 negara yang terinfeksi akan dilakukan di Amerika Serikat Uji Klinis

Baca: Tomp I menerbitkan foto Glenn Fredly dan Mutia Ayu hitam-putih, yang menunjukkan bahwa tanggung jawab ayahnya menakutkan.

Menurutnya, adalah mungkin untuk menggabungkan bank kecil dengan sejumlah besar bank di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan pengawasan kegiatan perbankan. — “Jika ada banyak bank, fungsi pemantauan OJK akan lebih baik. Biaya pengawasan lebih efektif,” kata Bhima, Jumat (10 April, 2020).

Namun, Bhima mengatakan untuk berhati-hati, merger ini dapat mempengaruhi loyalitas calon debitur. – Tidak, jika proses merger dapat memengaruhi loyalitas debitur. Bihima mengatakan: “Jika proses ini tidak lancar, debitor akan ditransfer ke bank lain.” Karena itu ia menekankan bahwa bank harus benar-benar memperhatikan merger atau situasi yang mungkin terjadi setelah merger.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *