Karena negara pulau yang berbeda, harga Avtur bervariasi berdasarkan ekuitas

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pengamat Ekonomi Drajad Wibowo percaya bahwa harga bahan bakar penerbangan saat ini di berbagai wilayah Indonesia berbeda. Menurut Dragad, perbedaannya adalah hasil dari Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Biaya distribusi sangat tinggi. Jarak dari kilang ke pengguna akhir tidak puluhan kilometer, tetapi ratusan atau bahkan ribuan kilometer. Bahkan, jika negara itu dapat membangun jaringan pipa di wilayah pesisir, biaya distribusi masih Sangat tinggi, jadi ini adalah konsekuensi dari sebuah negara kepulauan, “kata Dragad kemarin.

Inilah mengapa Drajad mempertanyakan pernyataan harga satu udara, harga udara semua bandara di Indonesia seragam. Karena jika dia terpaksa menjual bahan bakar penerbangan dengan harga yang sesuai dengan harga Jawa, ini berarti Pertamina terpaksa menjual avtur tanpa untung atau rugi di luar Jawa. Di bawah penganiayaan terhadap mantan pacarnya, pelaku akan memiliki masa percobaan tiga bulan – sama, jika pemerintah ingin menerapkan kebijakan satu harga untuk penerbangan, itu bisa dilakukan. Syaratnya adalah pemerintah harus menanggung selisih antara harga dan biaya. “Apakah pemerintah harus menanggung selisih harga antara Jawa dan Jawa eksternal?” Drajad melanjutkan.

Namun, masalah berkelanjutan dengan Drajad adalah bahwa jika bahan bakar penerbangan digunakan dengan harga tunggal, ini berarti bahwa pemerintah akan memberikan subsidi kepada kelompok besar seperti Garuda dan Lion Air. Ada banyak orang kaya di perusahaan penerbangan, termasuk pemegang saham seperti Lion’s Rusdi Kirana. “Sambil terus mengurangi subsidi kepada masyarakat, haruskah mereka berpartisipasi dalam distribusi subsidi?” Di sisi lain, Drajad mempertanyakan Asosiasi Maskapai Penerbangan Udara Nasional Indonesia (INACA), yang selalu menuduh pihak lain memiliki tiket Harganya tinggi. Dalam hal ini, Avtur tetap harus disalahkan.

– Faktanya, ada banyak alasan untuk ketidakefisienan di dalam maskapai. Dia berkata: “Lihat saja pesawat yang mereka beli. Cepat. Bandingkan biaya untuk membeli pesawat dari maskapai lain seperti Turki, UEA, Virgin atau AirAsia.” Dia menambahkan: “Belum lagi asuransi, beli barang Ketidakefisienan dalam hal layanan dan layanan Dalam hal ini, ia harus menekankan bahwa mahalnya harga tiket pesawat tidak dapat dipisahkan karena inefisiensi dalam perusahaan Indonesia. Selain itu, tentu saja, karena Indonesia adalah negara kepulauan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *