“Drive Thru Rapid Test” dapat memenuhi kebutuhan deteksi virus harian pekerja

TRIBUNNEWS.COM-Sebagai salah satu metode pengujian Covid-19, Indonesia telah menerapkan tes cepat rutin dalam sebulan terakhir. Secara khusus, ini untuk membantu pemerintah menerapkan mekanisme tindak lanjut yang ditargetkan lebih luas untuk orang-orang yang mungkin terpapar Covid-19.

Sampai Selasa (21/4/2020), data menunjukkan bahwa hampir 7.000 warga negara Indonesia telah secara aktif dikonfirmasi oleh Covid-19. Dengan cara ini, pengujian cepat dianggap sebagai kondisi mendesak untuk melakukan skrining awal untuk infeksi virus.

Menerbitkan pernyataan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) di “New York Times” bahwa tes cepat bekerja dengan mendeteksi antibodi IgM dan IgG. Kedua antibodi ini dihasilkan oleh respons tubuh terhadap virus korona.

Jika antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh manusia, itu berarti bahwa tubuh orang tersebut telah terpapar atau ditembus oleh virus SARS-CoV-2 atau patogen Covid-19. Dengan cara ini, infeksi virus dapat dideteksi sejak dini. -Mengembangkan tes cepat Covid-19 gratis di masyarakat-Kemudian, pemerintah bekerja sama dengan berbagai departemen seperti lembaga medis, penyedia layanan medis, perusahaan, yayasan dan organisasi nirlaba untuk mengatur tes cepat dan skala besar bagi masyarakat. Masyarakat umum. Beberapa dari mereka bahkan tidak mengenakan biaya.

Perusahaan juga telah mengambil langkah-langkah independen untuk menyatakan keprihatinan mereka tentang menghentikan penyebaran Covid-19. Perusahaan menyediakan tes skala besar yang cepat secara gratis, apakah itu staf medis atau menggunakan alat tes.

Pentingnya metode uji kualitas cepat oleh pembaca

Indonesia sendiri meniru metode uji kualitas cepat Korea Selatan menggunakan sistem penggerak. Pada saat peluncuran, Korea Selatan melakukan tes lulus cepat dengan tetap menjaga batasan fisik dan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Melalui prosedur ini, tes cepat dapat dilakukan tanpa pergi ke rumah sakit. Seseorang akan melakukan serangkaian prosedur pengujian di dalam kendaraan. Petugas medis yang mengenakan satu set lengkap alat pelindung diri akan mengumpulkan sampel darah dari orang-orang di dalam mobil.

Prosedur tes cepat dianggap efektif untuk mendeteksi penyebaran virus. Terutama untuk pekerja harian yang tidak dapat bekerja di rumah, seperti staf medis, pengemudi, personel keamanan dan pengusaha. Kelompok pekerja ini diyakini rentan terhadap virus.

Pengalaman tes mengemudi cepat dipandu oleh Gusti, seorang pengemudi taksi motor online berusia 24 tahun yang tinggal dan bekerja di Jakarta. –Pada Senin (20/4/2020), ia akan menerima mahkota gratis sesegera mungkin, sebuah tes yang dilakukan oleh Allianz Insurance Indonesia dan platform layanan medis digital Halodoc. Tes ini dilakukan di Taman Cibis di Cilandak, Jakarta Selatan.

Sebagai agen di tempat, Gusti merasa cemas setiap kali dia membuka jalan. Karena karyanya mudah terkena Covid-19. Namun, dia tidak punya pilihan. Jangan menarik ojek berarti dapur tidak merokok.

Tetapi jika itu adalah penyakit perut yang berbeda. Dampaknya memang serius. Masalah ini secara langsung mempengaruhi perekonomian. “Gusti mengatakan kepada Tribunnews.com bahwa ia mengklaim bahwa penghasilannya turun tajam selama periode pembatasan sosial.

Dalam proses menarik sepeda motor, Gusti berhenti sebentar di Taman Cibis untuk tes cepat gratis. Ini cepat Keberadaan tes membuatnya merasa terbantu.

“Sangat baik untuk memiliki tes gratis. Awalnya saya takut, karena saya mengambil darah lebih dulu dan tidak tahu bagian mana yang diambil. Namun, Anda harus mencobanya. Terlepas dari hasilnya, saya harus siap walaupun hasilnya positif, “kata Gusti.

Gusti juga terkesan oleh lamanya proses pengujian, yang dianggap cepat.” Tesnya cepat. , Tidak butuh 5 menit, dan itu bagus. Kedua, jika mungkin, lebih banyak tes akan dilakukan. Masalahnya adalah kita tidak tahu, terutama untuk pengemudi ojol, jadi kita merasa tenang tentang keselamatan kita. Gusti menyimpulkan: “Nyaman atau tidak”

Mobil gratis yang diluncurkan oleh Allianz Indonesia melalui Yayasan Halodoc melalui Yayasan Allianz Care Foundation Layanan pengujian cepat in-house akan diberikan kepada penduduk DKI Jakarta yang tinggal di zona merah, seperti Kemayoran, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Orang yang membutuhkan tes cepat adalah pekerjaan sehari-hari, seperti pengemudi ojek online, pengemudi angkutan umum, pengusaha, pengusaha, pekerja di lembaga masyarakat, seperti polisi, PetugSeperti RT / RW dan Satpol PP (reporter), untuk menunjukkan orang-orang dengan gejala yang terkait dengan Covid-19.

Proses pengujian hanya membutuhkan waktu 5 menit. Peserta melewati serangkaian tes mengemudi sepeda motor dan mobil. Peserta tes yang tidak memiliki kendaraan akan dipinjam oleh agen dengan sepeda motor, dan kemudian peserta akan memasuki tenda terdaftar untuk memverifikasi identitas dan detail pribadi mereka. Selanjutnya, peserta memasuki tenda pemeriksaan dan staf medis mengumpulkan sampel darah. Hasil tes itu sendiri dapat diketahui paling lama 1 x 24 jam.

Berikan jawaban positif

Dari 20 hingga 25 April 2020, tes mengemudi cepat Allianz Care 6 hari akan dilakukan. Pada hari pertama, sekitar 400 peserta mengikuti ujian gratis. — Keberadaan tes disambut positif oleh Jakartas yang berlokasi di zona merah dan dipaksa untuk melanjutkan kegiatan di luar rumah.

Salah satu kandidat, Syaiful Anwar, juga ketua RW di desa Pisangan Baru (Pisangan Baru). Dia percaya bahwa tes cepat gratis harus diselenggarakan lebih di masyarakat.

“Dia sangat penting. Kami sekarang sangat khawatir bahwa tidak ada seorang pun di komunitas kami yang terpengaruh oleh Alhamdulillah, tetapi di RW tetangga, seseorang telah terpengaruh.” Saya dan warga saya tidak akan terpengaruh. Saiaiful mengatakan setelah melakukan tes cepat di Taman Cibis.

Allianz Indonesia menyatakan bahwa tes mengemudi cepat adalah bentuk kepedulian terhadap Allianz Care Foundation, yang mendukung pemerintah untuk mengekang Covid-19. Di Indonesia, khususnya dalam penyebaran DKI Jakarta (DKI Jakarta), Jakarta telah menjadi pusat dari Indonesia. Penyebaran virus.

“Allianz selalu berkomitmen untuk memberikan dukungan yang konsisten dan bermakna. Bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam situasi yang sulit ini, “kata Joos Louwerier, dewan direktur Allianz Cares Foundation. Selain memberikan tes cepat gratis, Allianz telah menyebarkan Covid-19 di Indonesia sejak awal Maret 2020. Indonesia juga telah menyediakan berbagai layanan dan fasilitas kepada Halodoc.

Selain mengambil tindakan spesifik untuk mengelola COVID-19, Allianz juga terus memperhatikan pelanggannya:

Salah satunya adalah berbagai keamanan terkait dengan COVID-19. Allianz Health Insurance Agency, karena tidak ada waktu tunggu, selain itu, Allianz juga memberikan manfaat tambahan 50%. Perlindungan asuransi maksimum untuk pelanggan adalah 250 juta rupee. Layanan digital Allianz (seperti klaim asuransi perumahan, distribusi obat-obatan pos gratis) Voucher) juga telah disosialisasikan untuk mendukung #Dirumahaja.Informasi selengkapnya: www.allianz.co.id/ int erviewovid19

Semoga kontribusi Allianz dapat membantu pelanggan dan seluruh komunitas, memungkinkan mereka untuk #PunyaPower Against Covid- 19 .— penulis: Bardjan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *