Penumpang pesawat terbatas dan maskapai hanya dapat membawa 50% dari kapasitas mereka

Reporter Tribunnews.com, Hari Darmawan melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membatasi jumlah penumpang melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim.

Novie Riyanto, Direktur Biro Pengiriman, kemudian mengatakan bahwa maskapai penerbangan akan memiliki batasan penumpang kabin.

“Jadi nanti pada kapasitas kursi di pesawat, hanya 50% dari kapasitas pesawat penumpang dibundel,” kata Novi dalam sebuah konferensi video pada hari Minggu (4 Desember 2020).

Tentu saja, ia menambahkan bahwa pembatasan ini adalah untuk menerapkan kebijakan pemerintah dalam menjaga jarak fisik dan sosial. Kemudian, proses pembelian tiket online dan check-in juga harus diselesaikan. Penggunaan brankas di Padurenan Bekasi Bekasi-Novie juga menyebutkan bahwa organisasi akan meningkatkan batas atas tiket pesawat.

“Kebijakan mengenai kenaikan tarif ini harus memenuhi peraturan berikut: itu akan diterapkan segera selama waktu jembatan,” kata Novie.

Baca: Itu dilarang kemarin dan sekarang Ojol dapat mengangkut penumpang di area PSBB sesuai dengan perjanjian sanitasi.Menurut Novie, peningkatan beban kabin dan pembatasan tarif tiket tidak disertai dengan subsidi penumpang.

Baca: Karena pasien berbaring, 76 staf medis di Rumah Sakit Kabupaten Purwodadi harus menjalani tes cepat

“Nanti, perintah menteri akan dikeluarkan untuk mengumpulkan biaya. Tentu saja, Tidak ada subsidi penumpang, “kata Novi.

Novi terus mengatakan bahwa subsidi hanya akan diberikan kepada maskapai. Mempertimbangkan penurunan lalu lintas udara karena pandemi virus korona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *