Meningkatkan neraca perdagangan melalui ekspor pertanian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan neraca perdagangan melalui perdagangan ekspor.

)) bertujuan mengurangi negara Defisit perdagangan.- Selain memperketat impor, Kementerian Pertanian juga mendorong para wirausahawan dan wirausahawan untuk berhasil dalam tiga pergerakan ekspor (Geratieks).

Kuntoro Boga Andri, kepala Hubungan Masyarakat dan Kantor Informasi Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa investasi dan lisensi ekspor harus dipromosikan dan sangat dianjurkan karena ia secara langsung memengaruhi manfaat dan kesejahteraan. populasi. – “Impor hanya jika sangat dibutuhkan dan negara kita tidak dapat melakukan yang terbaik. Bahkan jika dilakukan, itu harus melewati persyaratan yang ketat. Sebaliknya, itu harus didorong, disahkan, dan diekspor. Ketika output kami melebihi atau melebihi masyarakat Saat dibutuhkan, “kata Quintoro, Kamis (20 Februari 2020).

Mengenai rencana Geratieks, Quintoro mengatakan bahwa ekspor Kementerian Pertanian telah meningkat pesat dengan dukungan semua pemangku kepentingan pertanian.

Dibutuhkan keberanian untuk mengambil risiko dengan metode kerja yang luar biasa dan bijaksana. Mandiri dan modern.

Baca: Pemerintah Jepang mendistribusikan 2.000 iPhone gratis kepada para penumpang di kapal “Puteri Berlian”

Baca: Partai-partai politik harus memiliki ideologi Pancasila yang jelas agar tidak didominasi oleh kepentingan asing- “Thanksgiving Ini harus menjadi kekuatan pendorong bagi semua peserta dalam pengembangan pertanian dari hulu ke hilir. Gerakan ini harus mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi sehingga produk pertanian kita dapat diekspor, “katanya. Secara signifikan, masing-masing 8,66% dan 10,90%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *