Dalam normalitas dan gejolak baru di Amerika Serikat, fluktuasi rupee yang diharapkan

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Diharapkan nilai tukar akan berfluktuasi dengan relaksasi pembatasan sosial skala besar (PSBB) karena tindakan normal baru dan keributan di Amerika Serikat ( Amerika Serikat)) karena kematian George Floyd (George Floyd).

Ariston Tjendra, kepala departemen penelitian berjangka PT Monex Investindo, mengatakan bahwa protes yang menyebabkan kekacauan di tanah air Paman, Sam, hanya sementara. Trump akan memasukkan para pengunjuk rasa ini sebagai seorang teroris- “Tentu saja, ini bersifat sementara. Saya merasa bahwa kekacauan di Amerika Serikat benar-benar hanya sementara seperti dulu,” katanya kepada Tribunnews, Senin (6/1/2020). — Pada saat yang sama, ia menjelaskan bahwa jika pemerintah AS masih dapat mengendalikan dan kerusuhan mereda, dolar dapat menguat kembali. Ariston mengatakan: “Dampak devaluasi dolar tidak akan bertahan selama beberapa bulan.” Pada saat yang sama, dampak pada nilai tukar rupee tidak lagi begitu stabil, dan ia masih tidak bisa melemah ke level Rp. 14.700.

“Besok dia mungkin dapat terus mendapatkan dukungan dari Rp14.450 menjadi Rp14.500 dan perlawanan sekitar Rp14.700.” Pelaku pasar, karena akan segera mengaktifkan kembali perekonomian. Ariston menyimpulkan: “Sepertinya pasar telah merespons positif rencana atau penutupan di beberapa negara pandemi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *