Pandemi Covid-19 harus menjadi kekuatan pendorong pasokan makanan nasional tetap

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Ketua Organisasi Partai Demokrasi Progresif Miftahudin Ketua mengatakan bahwa pandemi Covid-19 diharapkan menjadi motivasi yang tepat untuk meningkatkan pasokan makanan negara. Menyediakan makanan lebih sedikit dari yang dibutuhkan dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi.

Membaca: Gibran Rakabuming, yang menolak untuk mengundurkan diri dari eksekutif PDI-P, menyentuh Achmad Purnomo

Membaca: jawaban TVRI Berapa meter persegi taman memiliki lingkaran 88 meter? SD Level 4-6-Read: Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina tidak akan meningkatkan rupiah Indonesia menjadi Rp 13.700-Indonesia sedang diuji berat oleh masalah impor dan ketidakstabilan harga, yang merupakan ketahanan pangan nasional tantangan.

“Misalnya, bawang putih dan gula. Konsumsi bawang putih kami masih merupakan sumber utama impor Cina, dan harga gula telah abnormal dalam lima bulan terakhir,” kata Miftahuding, Minggu (Juni 2020) 6 Juni)

“Periode pandemi harus menjadi kekuatan pendorong bagi perkembangan negara ini. Dia mengatakan bahwa ini adalah kekuatan pendorong untuk meningkatkan negara, sambil menyediakan makanan yang cukup, dan pada saat yang sama, kuantitas dan kualitas dan semua strata sosial dapat Keterjangkauan adalah kunci keberhasilan pangan nasional. Keamanan pangan nasional.

Miftahudin mengatakan: “Termasuk komitmen Kementerian Pertanian dan Perdagangan adalah kunci kesuksesan pangan kita. -Sejak awal tahun ini, Indonesia telah sibuk menangani banyak masalah ketahanan pangan. Masalah harga pangan berkisar dari tingginya harga bawang putih, paprika, bawang, daging, ayam, dan telur. Ini dapat mendorong daya beli yang rendah.

IKAPPI percaya bahwa Hari Nasional adalah tolok ukur, sehingga makanan Indonesia lebih kuat dan mandiri. Dia berkata: “Karena hak atas makanan adalah salah satu hak asasi manusia yang diatur dalam Pasal 27 UUD 1945.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *