150 peserta UMKM sedang bersiap untuk memasuki katalog elektronik LKPP milik pemerintah

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah akan menyiapkan 150 usaha mikro dan kecil dan menengah (UMKM) untuk memasukkan katalog elektronik dari Biro Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP). Fiki Satari, kepala koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam ekonomi kreatif, mengatakan rencana tersebut telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan permintaan akan produk-produk UMKM

Fiki mengatakan akan mendukung e-katalog LKPP, koperasi dan departemen usaha kecil dan menengah Pasar digital diluncurkan bekerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca: Digitalisasi menjadi peluang bagi UMKM untuk selamat dari pecahnya Covid-19-Fikiki mengatakan dalam diskusi online pada hari Jumat (26 Juni 2020): “Rencana tersebut bertujuan untuk memasukkan UMKM dalam pasokan produk publik Dalam ekosistem, jumlah proyek kurang dari Rs 14 crore. “Fiji melanjutkan rencana pasar digitalnya dan akan dibagi menjadi 12 kelompok mulai dari jasa konstruksi hingga memasak. Dari hulu ke hilir, ini akan menjadi kepastian komersial.

Menurut Fiki, dalam proses memasukkan UMKM dalam katalog elektronik LKPP, jumlah UMKM yang terhubung ke platform digital telah meningkat sebesar 13%, atau sekitar 8 juta.

“Saat ini ada 64 juta UMKM, di mana Fiki mengatakan:” Angka-angka ini tidak termasuk dalam digitalisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. 93% dari mereka adalah unit bisnis mikro dan ultra mikro. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *