Pengusaha bus menangis, omset turun tajam, dan banyak konvoi dipenjara

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Operator bus hit pandemi Covid-19 terlibat dalam penyediaan layanan publik di sektor transportasi.

Kurnia Lesani Adnan, ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Motor Pemuda Indonesia (IPOMI), mengakui omzet operator bus turun 75%. Dalam sambutannya kepada Tribunnews.com pada hari Kamis, Sani mengatakan: “Secara tahunan, Maret ini hanya menyumbang 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penurunan pendapatan telah dibulatkan menjadi 75%.” 27/2020) . -Reading: Ada berita dari Terminal Bus Jawa Tengah-Penumpang berkerumun adalah kata-kata IPOMI-Membaca: Selain akomodasi yang layak, pemerintah provinsi DKI juga menyediakan susu untuk staf medis-Sani juga menjelaskan bahwa banyak armada Karena rata-rata tingkat hunian Otobus hanya di dalam 20%, itu tidak dapat beroperasi secara normal atau dibumikan. Dia menambahkan: “Dalam keadaan normal, ada 25 bus beroperasi, tetapi sekarang ada 7 bus yang tersisa.” Rencana pemerintah untuk menyerukan tidak kembali ke rumah tidak diragukan lagi akan membuat kontraktor bus semakin banyak spekulasi.

Akibatnya, banyak pengemudi dan throttle tidak mau menerima gaji.

“Karyawan atau karyawan memang bertanggung jawab oleh manajemen. Tetapi pengemudi adalah sistem gaji harian yang longgar,” Sani menjelaskan.

Kita tahu bahwa Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan larangan publik untuk kembali ke Le Baran pada tahun 2020. Pilihan rumah.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran epidemi korona yang lebih luas. Larangan rencana, terutama dalam hal sanksi, jika masih ada orang yang masih bertekad untuk pulang. -Budi mengatakan dalam video konferensi pers pada hari Jumat (27 Maret 2020): “Larangan kembali tahun 2020 masih dibahas pada pertemuan dengan departemen terkait.”

Budi berkata: ” Nantinya, sistem pelarangan ini dapat diadopsi bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengisolasi pelancong dari Jabodetabek. Jika dia sudah berada di jalan tol atau arteri utama, dia akan dipaksa untuk kembali. “—” Kami juga sedang mempersiapkan proyek lain Untuk menutup jalan tol agar penumpang tidak lewat. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *