Hippie mengimbau semua pihak untuk mendukung tagihan tenaga kerja

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Pengusaha sedang menunggu kepastian persetujuan UU Ketenagakerjaan.

Pemerintah dan parlemen sedang mendiskusikan peraturan tentang sapu terbang global untuk meningkatkan lingkungan investasi dan kesempatan kerja di Indonesia, terutama setelah pandemi 19 yang menyebabkan krisis. Mardani H. Maming, Presiden Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), mengatakan bahwa ia menyambut baik diskusi tentang “RUU Penciptaan Tenaga Kerja Pemerintah dan Parlemen”. Dia percaya bahwa undang-undang komprehensif ini akan mempromosikan bisnis dan investasi, dan menciptakan peluang kerja bagi generasi muda.

“Pada tahun 2025, kami akan menerima dividen demografis. Akan ada 148,5 juta pencari kerja. Saya yakin sektor swasta akan memainkan peran. Sangat penting untuk menyerap tenaga kerja ini” (Selasa, 7 Juli, Ma Ming) 2020) .— Baca: Undang-Undang Ketenagakerjaan tidak menimbulkan ancaman bagi pekerja. Inilah yang dijelaskan oleh pengamat – Baca: “Ekonom: Tidak peduli sistem mana yang membutuhkan undang-undang yang komprehensif”

Ma Ming mengatakan bahwa negara ini membutuhkan banyak investasi sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja. Jika investasi tidak menembus Indonesia, maka bayangan pengangguran pekerja terampil sudah terlihat. “Deviden demografis tidak diragukan lagi dapat membawa deviden bagi perekonomian. Namun, jika tidak ada peluang kerja, itu mungkin juga menjadi bencana,” kata Ma Ming.

Ma Ming mengatakan bahwa semangat Undang-Undang Cyptakaria adalah untuk menghilangkan peraturan duplikat, yang selalu menjadi hambatan untuk investasi. Dia juga meminta semua pihak untuk mendukung dan segera meloloskan RUU tentang “UU Ketenagakerjaan” untuk menghasilkan investasi dan pekerjaan.

“Semua pihak harus mendukung integrasi hak cipta pekerja”, kata Maming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *