Di bawah normal baru, industri perbankan dipandang sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Sejauh ini, akibat pandemi virus korona, pemulihan ekonomi global masih melambat dan penuh ketidakpastian.

Situasi ini terjadi di banyak negara di dunia. Sebagai contoh, Singapura baru-baru ini mengumumkan bahwa negara itu berada di ambang resesi.

Diharapkan bahwa ekonomi Indonesia juga akan menyusut pada kuartal kedua tahun 2020, yaitu pertumbuhan ekonomi akan menurun.

Dalam rangka memulihkan ekonomi, pemerintah mengeluarkan UU 2/2020, “Mempercepat Pemulihan Ekonomi Indonesia”. ‘Indonesia selama pandemi Covid 19.

Baca: Setelah perubahan nilai tukar dari 5 bank, pada hari Jumat, 17 Juli 2020, rupiah semi-transparan melemah pada nilai tukar 14.500 rupiah menjadi 1 dolar AS

Undang-undang didasarkan pada berbagai pemerintah Peraturan dirumuskan oleh Menteri Keuangan dan Royal Bank of Japan. Peraturan yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi, resolusi Dewan Gubernur Indonesia (BI), dll., Sehingga kuartal ketiga, kuartal keempat, dll dapat aktif tumbuh, sehingga melindungi ekonomi Indonesia dari resesi.

Saat ini, industri perbankan masih kuat dan indikator keuangannya bagus.

Setelah beberapa relaksasi, industri harus berkontribusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi. ebijaan diterbitkan oleh Kementerian Koordinasi Ekonomi, Kementerian Keuangan, BI, OJK dan LPS.

Baca: Rupiah Terbuka melemah di Rp. Destry Damayanti Indonesia mengungkapkan bahwa program penjaminan bank sangat penting untuk memastikan pemulihan ekonomi nasional dengan pinjaman. “Kami mulai dengan banyak industri yang memiliki dampak signifikan pada permintaan, yang dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian,” kata Destry dalam webinar Peran. Dewan Perwakilan Rakyat melanjutkan jadwal untuk pemulihan ekonomi (17/07/2020) sementara Dewan Perwakilan kembali normal pada hari Jumat. Sementara itu, anggota Komite Kesebelas Dewan Perwakilan Rakyat AS Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa bank memainkan peran yang sangat penting sebagai pilar pemulihan ekonomi. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *