Pertamina menandatangani perjanjian untuk menjual 318 BBTUD gas alam untuk mendukung industri dalam negeri

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Lita Febriani-Jakarta Tribunnews.com-Pertamina, melalui anak perusahaan hulu PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), setuju untuk menjual gas alam dengan harga 318,65 miliar Btu untuk memenuhi permintaan industri dalam negeri. Unit Jepang (BBTUD).

Perjanjian harga penjualan ini sesuai dengan Keputusan Menteri No. 89 tahun 2020 tentang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pertamina telah sepakat untuk menjual nilai akhir gas alam. Tiga sektor utama adalah pupuk, baja dan industri.

Jumlah sektor pupuk adalah 183, 2 BBTUD, sektor baja 10 BBTUD, dan sektor industri 125,45 BBTUD. , 277,55 BBTUD disediakan oleh Pertamina EP, 41,1 BBTUD disediakan oleh PHE ONWJ.

Fajriyah Usman, wakil presiden komunikasi perusahaan di Pertamina, mengatakan bahwa jumlah gas alam yang disepakati mencapai 26,7% dari jumlah total 1.188 BBTUD yang diatur dalam UU ESDM. Fajriyah mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Minggu (31 Mei 2020): “Dalam menghadapi normal baru, perjanjian tersebut harus dapat mendukung pengembangan industri nasional dan memiliki efek positif pada merangsang ekonomi nasional.” Pertamina EP dan Wilayah Sumatera Selatan PT Pupuk Sriwidjaya dan industri pupuk di Jawa Barat dengan PT Pupuk Kujang Cikampek menandatangani perjanjian antara Pertamina EP dan PT Pupuk Sriwidjaya.

Untuk industri baja, Pertamina EP telah menandatangani perjanjian penjualan gas bumi dengan PT Krakatau Steel yang beroperasi di wilayah Jawa. Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Di sektor industri, Pertamina EP dan PHE ONWJ sepakat untuk menandatangani perjanjian penjualan gas bumi dengan PT PGN dan PT Pertagas Niaga di Sumatera Utara, Sumatra Selatan dan Jawa Barat. Selain itu, pihaknya telah menandatangani kontrak penjualan gas bumi dengan PT Banten Inti Gasindo, PT Energasindo Heksa Karya, PT Bayu Buana Gemilang, PT Pela Cgi Cakrawala Losarang dan PT Sadikun Niagamas Raya, dengan rata-rata operasi di Jawa Barat. – “Dengan perjanjian baru ini, kami berharap dapat memastikan pasokan gas alam yang aman dan berkelanjutan dengan mendukung harga yang kompetitif, sambil mencapai penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan, sambil lebih lanjut mendukung daya saing industri nasional,” Fajriyah Mengatakan. -Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, perjanjian ini berlaku hingga 2024 dan dapat diperpanjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *