Transformasi digital Dukcapil telah menghemat anggaran nasional sebesar Rp450 miliar

Menurut reporter Tribunnews Larasati Dyah Utami-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – semua dokumen yang berkaitan dengan populasi-kecuali KTP-el dan Kartu Pengenal Anak (KIA) – sekarang dapat dicetak pada Kertas putih HVS biasa. -Sejak awal tahun 2019, Direktorat Duke Kapil dari Kementerian Dalam Negeri telah menerapkan digitalisasi layanan manajemen populasi (Adminduk) dan tanda tangan elektronik (TTE), yang telah menjadi mungkin. Efektivitas gram dijamin, termasuk keamanan, dan mudah untuk memeriksa dokumen asli atau palsu.

“Cara menguji dengan memindai kode QR (jawaban cepat) pada file dengan pemindai QR pada ponsel cerdas. Atau Anda dapat menggunakan aplikasi pembaca kode QR yang dapat diunduh dari Playstore,” General Manager Zudan pada hari Jumat (7 Maret 2020) Dijelaskan dalam siaran pers di Jakarta. Tanda tangan dan stempel basah dengan w seperti yang sebelumnya dicetak dengan pencetakan rahasia.

Menurut Peraturan No. 109 Permendagri 2019 pada 1 Juli 2020, semua dokumen yang melibatkan populasi dikurangi KTP-el dan KIA harus dicetak pada kertas HVS, dan judul tidak lagi diizinkan.

Sebelumnya, kartu keluarga, akta kelahiran dan akta kematian dicetak di atas kertas, terutama pencetakan anti-pemalsuan holografik Dukcapil. Dengan perubahan dalam penggunaan kertas biasa ini, tidak perlu membeli kertas holografik untuk negara ini, sehingga menghemat hingga 450 miliar rupee pada tahun 2020, “kata Profesor Zudan. — Juga penting untuk mencetak dokumen kependudukan tanpa memandang orang. Baik untuk hidup melalui layanan online atau melalui platform Mandiri Dukcapil, itu akan secara otomatis menghilangkan praktik pemerasan dan broker, karena agen Dukcapil tidak perlu menghadapi layanan apa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *