Kementerian Ekspor mempromosikan pasokan sayuran berdaun segar yang memadai

Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bahkan selama pandemi Kowid saat ini, produksi tanaman sayuran daun segar di seluruh negeri masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat-19. Prihasto Setyanto, Direktur Biro Hortikultura Kementerian Pertanian.

“Karena pasokan domestik yang cukup, beberapa jenis sayuran berdaun segar dapat diekspor, seperti selada, bayam, kangkung, kubis, dan wortel domestik.” Selasa (26/5/2020) ) Departemen Pertanian menunjukkan bahwa karena hasil yang melimpah, petani kesulitan mengalokasikan penjualan.

“Kami membantu petani menjual ke pasar dan bahkan membantu distribusi,” kata Priharsto. Dilarang, Hutama Karya menyelamatkan lebih dari 300.000 kendaraan melintasi bacaan jalan tol Trans Su: memahami TVRI di rumah, festival film pendidikan: menurut paradigma, peningkatan dan pemberdayaan produk pertanian lokal harus Didorong.

Dia berkata bahwa dia berharap momen pandemi ini akan mendorong orang untuk lebih mencintai produk petani Indonesia. Kekayaan berbagai buah dan sayuran lokal lebih sehat dan membantu petani sendiri. “Jika sejarah impor sayuran kami meningkat pada 2019, dan data BPS dapat diverifikasi, maka impor adalah industri bawang putih dan kentang terbesar. Itu milik kombinasi berbagai sayuran. Padahal, kita masih membutuhkan pasokan besar, “tambahnya.

Jumlah bawang putih mencapai 38,62% dari total nilai impor semua jenis sayuran, diikuti oleh olahan industri kentang, bawang merah dan paprika kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *