Standar baru dan merumuskan strategi bisnis baru untuk memaksimalkan pendapatan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Setelah menerapkan kebijakan pembatasan sosial skala besar selama hampir dua bulan, Pemerintah Provinsi Jakarta (PSBB) akhirnya memutuskan untuk mengalihkan PSBB ke fase normal baru pada Juni tahun ini. Berbagai kebijakan kemudian diperkenalkan untuk membiasakan masyarakat dengan perilaku baru yang normal. Antara lain, meskipun kantor dan tempat ibadat memiliki kapasitas terbatas, mereka telah dibuka kembali. -Hal yang sama berlaku untuk pusat perbelanjaan, bahkan jika aktivitas beberapa penyewa memengaruhi pertemuan orang. Banyak orang, termasuk pusat kebugaran dan bioskop, masih menunda operasi. : Hampir setengah juta sampel telah diperiksa: jumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia adalah 37.420-lagi, transportasi umum berfungsi.

Meskipun masih terbatas, tidak dapat dipungkiri bahwa fase transisi ini telah menyuntikkan udara segar ke masyarakat dan dunia bisnis, terutama di Jakarta, yang telah memutus rantai transmisi virus Covid-19 selama dua bulan.

Setelah hampir dua bulan vakum, perusahaan harus terus mengisi bahan bakar untuk menebus kesempatan kehilangannya.

Baca: Kasus Baru Covid- 19 Meningkat, Praktisi Kesehatan Anjurkan Tak Terapkan Metode Sama Strategi Founder dan CEO First-Con Apung Sumengkar untuk memaksimalkan pendapatan.

“Dalam tahap transisi ini, sangat penting bagi pengusaha untuk menargetkan tingkat pendapatan perusahaan seperti sebelum krisis, sambil mengurangi berbagai biaya untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan, untuk ‘memulihkan’ keuntungan yang baru hilang. , “Kata Abon.

Namun demikian, harus diingat bahwa di era normal baru, perilaku konsumen akan mengalami perubahan besar. Antara lain, konsumen akan lebih berhati-hati ketika mengunjungi pusat perbelanjaan atau pusat layanan pelanggan lainnya.

Tren lainnya adalah konsumen akan lebih cenderung menggunakan transaksi online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *