Menjaga harga pangan stabil selama bulan Ramadhan, ini adalah praktik Kementerian Perdagangan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Suhanto, Direktur Perdagangan Internal Kementerian Perdagangan, mengatakan kantornya telah melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan makanan selama periode cepat.

Salah satu tugas yang dikerahkan adalah memantau inventaris dan harga. Dia juga menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan memelihara komunikasi dengan semua agen perdagangan, kementerian / lembaga terkait, pemangku kepentingan dan asosiasi untuk memastikan penyediaan makanan.

Membaca: Pemuda ini dari Cirebon mencari keluarga di Semarang, mengklaim bahwa Covid aktif-19 meninggalkan rumah sakit

Membaca: Diskusikan pujian Prabowo terhadap Jokowi, Rocky Gerung Suding 2019 Pemilihan Presiden: Kepemimpinan Pasukan akan terus berevolusi – Biro Perdagangan juga diharuskan memantau distribusi produk ritel di wilayah masing-masing. Inspeksi dilakukan oleh satuan tugas makanan. Untuk meningkatkan pasokan bawang putih dan bawang merah, Kementerian Perdagangan juga melonggarkan kebijakan impor kedua produk ini. Permendag No. 27 tahun 2020 melonggarkan amandemen terhadap Peraturan Menteri Perdagangan No. 44 tahun 2019, yang melibatkan regulasi terkait dengan impor produk hortikultura. Menurutnya, peraturan tersebut untuk sementara membebaskan peraturan dan keahlian impor bawang putih dan bawang merah dalam laporan persetujuan impor, dan berlaku hingga 31 Mei 2020.

Suhanto melanjutkan dengan mengatakan bahwa saat ini, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan salah satu penyedia transportasi online untuk menjaga kelancaran sirkulasi barang di bawah pembatasan Covid-19.

Berita ini disiarkan di KONTAN dengan tajuk utama: Ini adalah strategi yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan untuk menstabilkan harga makanan selama bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *