Menteri era SBY menjadi panitia, BNI membayar dividen sebesar Rp 3,885 miliar

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan oleh Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan reorganisasi Komisaris dan Komite Manajemen pada hari Kamis, 20/2. Pemegang saham menunjuk mantan gubernur Bank Indonesia, Argus DeMarwan Ventato Matovado Hocho (Komut), sebagai ketua saat ini untuk menggantikan Ali Kunkoro. Selain itu, ada beberapa nama baru di Dewan Pengawas, termasuk Asmawi Syam, Septian Hario Seto, Imam Sugema dan Susyanto.

Untuk dewan direksi, Herry Sidharta telah dipromosikan dari wakil presiden menjadi direktur utama. Direktur. Dia mengambil alih sebagai mantan CEO Achmad Baiquni.

Baca: Wabah virus Corona terkena dampak, BNI memiliki ekspansi kredit

Baca: Saldo rekening virus King BNI dapat mencapai 720 triliun, ini adalah Bank BNI

RUPST juga menunjuk Angoro Eko Cahyo sebagai Wakil Presiden Eksekutif, dan mengatur kembali beberapa departemen perusahaan lainnya.

Mengikuti pembentukan komisaris dan eksekutif baru BNI:

Komisaris:

Presiden Komisaris Independen / Komisaris: Agus Derwaman Wintarto Martowardojo Wakil Presiden Komisaris Independen / Komisaris: Pradjoto Komisaris Independen: Sigit Widyawan Kebijakan Independen Peserta: Asmawi Syam Kurator Independen: Septian Hario Seto Kurator Independen: Imam Sugema Kurator: Joni Swastanto Kurator: Askolani Kurator: Ratih Nurdiati Kurator: Susyanto – – Direktur: Direktur Utama: Herr Sidarta Kepala Sekolah: Angoro Eko Cahyo Direktur Bisnis Konsumer: Corina Leyla Karnalies Direktur Keuangan: Sigit Prastowo Direktur Manajemen Risiko: Osbal Saragi Rumahorbo Techno logi Direktur Informasi dan Operasi: YB Harianto Direktur Sumber Daya Manusia dan Kepatuhan: Bob Tyasika Ananta Direktur Hubungan Kelembagaan: Sis Apik Wijayanto Direktur Urusan Bisnis: Benny Yoslim Direktur Layanan dan Jaringan: Adi Sulityowati Direktur UMKM Bisnis: Tambok Parulian Setyawati Direktur Perbendaharaan dan Hubungan Internasional: Putrama Wahju Setyawan

Sekretaris Negara Eric Erick Thy menjelaskan alasan memilih BUMN, dan Agus Marto menjadi presiden BNI. Menurutnya, masuknya Agus Martin ke dalam jajaran komisioner BNI harus meningkatkan kinerja BNI di tingkat nasional dan dengan memperkuat pasar luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *