GAPKI: Teknologi adalah kunci dari “normal baru” bisnis setelah penanaman kelapa sawit Covid-19

Reporter Tribunnews.com Choirul Arifin

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kanya Lakhsmi Sidarta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Industri Minyak Sawit Indonesia (GAPKI), menyoroti pekerjaan normal baru setelah pandemi perkebunan Covid-19. Pandemi Covid-19 mendorong penerapan teknologi digital di hutan tanaman. Dia mengatakan: “Tanaman harus terus beradaptasi. Covid-19 adalah kekuatan pendorong untuk percepatan digitalisasi pengelolaan minyak sawit hari ini dan di masa depan.” Ini diikuti oleh diskusi dengan ahli virus, yang juga Profesor Chairul Anwar Nidom dari Universitas Airlangga, Dr. Winarna dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Bapak Sugeng (anggota GAPKI) dan Ir dari PT Astra Agro Lestari. Kacuk Sumarto (anggota Gapki) dari PT Paya Pinang .

Baca: Apkasindo: Petani kelapa sawit mendapat untung dari dana pajak ekspor-Winarna percaya bahwa kegiatan pertanian harus memiliki kontak minimal dengan manusia.

Alasannya adalah bahwa penggunaan sejumlah besar tenaga kerja dapat saling menyeberang, yang akan meningkatkan kemungkinan co-19 memasuki taman.

Baca: Keputusan Bersama Indonesia dan Malaysia, WHO mencabut seruan sesat. Dia menjelaskan: “Cara paling efektif untuk meminimalkan kontak antara manusia adalah dengan input pertanian (seperti pupuk dan obat-obatan) dan mekanisasi. Penggunaan teknologi dalam penggunaan otomatisasi dan teknologi informasi. “— Setuju dengan pernyataan Wnarna bahwa PT Astra Argo Lestari Tbk menerapkan teknologi di perkebunan. Hadi Sugeng mengatakan bahwa karena alasan teknis, Hadi dapat menekan kontak fisik sebelumnya Kegiatan bahkan termasuk mengurangi jumlah orang yang masuk.

Membaca: Politik normal baru dipandang sebagai prasangka, warga ekonomi kelas menengah ke bawah yang terpapar Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *