Komite Rumah Keempat meminta Departemen Pertanian untuk segera melakukan 12 hal

Reporter Tribunnews.com Lita Febriani melaporkan di JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengadakan pertemuan kerja dengan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian. Pertemuan berlangsung empat jam pada Selasa (7/7/2020). Selama pertemuan, Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat mencatat 12 hal yang perlu dilakukan Departemen Pertanian.

Suddin, Ketua Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan bahwa Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat menerima penjelasan tentang rencana dan anggaran Kementerian Pertanian untuk tahun fiskal 2021, dengan beberapa instruksi untuk perbaikan.

Pertama, Komite Keempat Dewan Perwakilan mewajibkan Departemen Pertanian untuk menerima hingga 10% dari dukungan anggaran dewan selain upah, gaji atau biaya.

Komite Keempat dari Republik Demokratik Rakyat juga meminta Kementerian Pertanian untuk meninjau atau menghentikan kegiatan yang belum mencapai tujuan nasional dalam lima tahun.

Komite juga meminta Kementerian Pertanian untuk meningkatkan jumlah kegiatan pembangunan, termasuk peralatan dan mesin pertanian (pra-panen dan pasca panen), pembangunan ruang pembibitan dan penanaman buah, unit pemrosesan pupuk organik (UPPO), taman makanan berkelanjutan (P2L) ), memperkuat fasilitas karantina dan membangun jalur perdagangan pertanian. — Proses pelaksanaan kegiatan utama telah ditingkatkan untuk mewujudkan keinginan petani di semua wilayah. Selain itu, Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat akan memperdalam rencana dan anggaran eselon pertama sesuai dengan hukum, “kata Sudin pada rapat kerja pada hari Selasa (7 Juli 2020). Kementerian Pertanian meminta kerahasiaan korona antivirus diperketat. Berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM – Poin kedua dari hasil pertemuan tersebut adalah bahwa Komite Keempat Majelis Nasional Indonesia meminta Kementerian Pertanian untuk menghitung ulang target produksi yang lebih realistis, terukur dan sejalan dengan targetnya, termasuk target produksi beras, jagung, dan kedelai.

Ketiga, Komite Keempat Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kementerian Pertanian untuk menyesuaikan target produksi 2021 dengan rencana diversifikasi pangan berdasarkan pangan lokal untuk mendukung pengembangan produk diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *