Mengenai pembatasan biaya pelayaran, Kementerian Transportasi mengakui bahwa banyak pelabuhan belum mencapai standar

Pelaporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan

JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Direktur Departemen Perhubungan Laut, Wisnu Handoko, Direktur Departemen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kimanhub), mengaku masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan di bidang ini. Pengembangan pelabuhan terkait dengan tol.

Wisnu mengatakan di gedung Kemenhub di Jakarta pada Kamis (12 Desember 2020): “Operasi ini tampaknya beberapa pelabuhan di bawah standar di daerah, seperti Tidore, Raha dan Dobo.”

Baca: Patroli Maritim Kepabeanan Riau gagal menyelundupkan barang-barang impor – katanya di daerah ini, hanya dua kapal besar yang bisa bengkok.

“Selain itu, distribusi wilayahnya tinggi, tetapi pelabuhan tidak mencukupi. Pada 2019, distribusi kargo di wilayah itu akan meningkat lebih dari 700 ton,” kata Wisnu. Tentu saja, pengembangan pelabuhan juga harus dilakukan untuk memprediksi permintaan pertumbuhan populasi di Indonesia timur dan tahap pengembangan jalan laut.

“Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengembangan pelabuhan harus dilakukan secara seimbang, karena dengan meningkatnya subsidi, kegiatan pelabuhan kapal yang mengandalkan tol laut telah meningkat”, Wisnu -. Bacaan: Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan untuk melaksanakan transportasi Lebaran pada tahun 2020 dan mengatur tes pengambilan sampel kapal penumpang. Menurut data Administrasi Umum Transportasi Maritim pada tahun 2019, jumlah pelabuhan yang ditambatkan oleh biaya tol laut adalah 76 pelabuhan.

Sekarang, Kementerian Perhubungan mencatat bahwa pada tahun 2020, sebanyak 99 titik pelabuhan akan ditambatkan oleh kapal-kapal tol laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *