Pinjaman santai, BTN menangani restrukturisasi online

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyatakan telah menerima permintaan restrukturisasi kredit dari debitur yang terkena dampak Covid-19. Pada tanggal 19, Bank BTN membuat peringkat aplikasi peminjam kredit yang diajukan secara online.

“Sudah ada lebih dari 17.000 debitur yang pinjamannya telah direstrukturisasi. Para kreditor yang telah mengusulkan puluhan ribu restrukturisasi kredit,” Nixon LP Napitupulu, Direktur Keuangan, Perencanaan dan Keuangan Bank BTN, diadakan di Jakarta pada Sabtu (4/11) Mengatakan pada konferensi video. Di platform debit. Pada saat yang sama, reorganisasi puluhan ribu klaim BTN mencatat periode stabil total sekitar 2,7 triliun nasabah.

“Nixon menambahkan:” Jumlah ini termasuk pinjaman perumahan (KPR) yang disubsidi oleh debitur. Menurut OJK, jumlah totalnya kurang dari Rp10 miliar. Nixon menjelaskan bahwa permintaan reorganisasi dilakukan oleh debitur sebagai bagian dari reorganisasi online yang disiapkan oleh BTN. Melalui sistem online ini, debitur BTN yang mengajukan klaim untuk reorganisasi tidak harus pergi ke cabang tempat mereka mengajukan kredit. BTN telah menyiapkan layanan online yang dapat memenuhi permintaan ini melalui www.rumahmurahbtn.co.id.

Membaca: Memperkenalkan “MISUMI-VONA”, ini adalah cara termudah untuk membeli produk-produk manufaktur

Membaca: Selama wabah virus korona, 3 negara bagian Indonesia yang terbangun gunung, anak-anak Kratau dan 17 lainnya berhati-hatilah– – Setelah POJK menunjukkan program POJK tentang mitigasi pinjaman dari debitur yang terkena dampak, Covid-19 mengumumkan bahwa BTN telah membuka kebijakan restrukturisasi kredit kepada debitur dan mereka yang terkena virus untuk melanjutkan agar mengganggu kemampuan mereka untuk membayar. Nixon menekankan bahwa tidak semua debitur dapat memanfaatkan kebijakan ini. Ini sejalan dengan pedoman pemerintah, yang mengharuskan pelonggaran kebijakan hanya berlaku untuk debitor yang benar-benar terpengaruh oleh Covid-19. Dia berkata: “Karena itu, bank perlu mengklasifikasikan, dan kami telah melakukan klasifikasi.”

Revisi target pertumbuhan kredit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *