Indef: Jika kasus Corona dikonversi menjadi 200.000, pertumbuhan ekonomi akan menurun pada kuartal ketiga

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kepala Ekonom Didik J Rachbini dari Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) mengatakan bahwa jika pemerintah mengambil langkah-langkah berikut, pemerintah tidak boleh bermimpi mengatasi potensi resesi sampai Dengan lebih dari 100.000 kasus positif, pekerjaan menangani Covid-19 menjadi kacau.

Didik J Rachbini memperkirakan bahwa jika pemerintah mengambil tindakan seperti itu, kasus positif Covid-19 dapat mencapai 200.000.

“Politik menentukan kualitasnya. Hasilnya sekarang 100.000, yang mencapai hampir 200.000 waktu.” Dia membiarkan kebijakan yang semrawut mudik atau mudik, “ujarnya dalam webinar, Kamis (6/8/2020).

Kemudian Didik mengingatkan, jika pelonggaran pembatasan sosial (PSBB) skala besar terus berlanjut dan semakin banyak korban Covid-19 yang terancam secara ekonomi .

Baca: Indef Soal Bansos Jokowi Alasan penurunan pendapatan dari 600.000 rupiah menjadi 300.000 rupiah adalah karena nilai rupiah bukan tidak mungkin, Perekonomian akan kembali ke angka negatif pada triwulan III tahun 2020 atau mengindikasikan resesi karena pada triwulan II menjadi negatif 5,32%.

Baca: Negatif Ekonomi RI, Business Intelligence: Wabah Covid-19 Tekan Pertumbuhan- “Sajak ketiga begini, dampak negatifnya akan meningkat dengan manipulasi ini, pemerintah pusat akan sederhanakan kata Didik, menyerah saja, Semua jungkir balik diserahkan kepada pemerintah daerah.

Baca: Indonesia Di Ambang Resesi Ekonomi, Politisi PKS Ajak Semua Pemerintah Hidupkan Kembali Usaha Kecil dan Mikro

Ia menambahkan lebih mudah menganalisis perekonomian saat ini karena indikator ini hanya mempertimbangkan satu, yakni solusinya Pandemi Covid-19. — ā€œJadi, kalau banyak faktor penentu dalam analisis ekonomi, yang terpenting sekarang adalah pandemi. Tapi, seperti yang kita lihat sekarang, kebijakan pemerintah justru buruk,ā€ pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *