Ekonomi Indonesia yang terkena dampak Covid-19, Presiden Jokowi diminta untuk membuka eksportir nikel terkemuka

Tribun News Agency, Jakarta-Pandemi virus korona global (Covid-19) memiliki dampak mendalam pada ekonomi global termasuk Indonesia.

Salah satu contoh yang paling jelas adalah bahwa nilai tukar dolar AS terhadap rupee semakin jauh turun ke level Rp 16000.

Federasi Industri dan Perdagangan (Kadin) percaya bahwa pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan segera untuk melindungi ekonomi negara dari ancaman resesi sambil mempertahankan keseimbangan dalam nilai tukar.

Salah satu kebijakan ekonomi Indonesia. Pemerintah dapat mengejar mineral dan batu bara, terutama bahan baku berbasis nikel, dengan mengendurkan sektor pertambangan.

“Dalam keadaan saat ini, pemerintah perlu mulai memikirkan revitalisasi industri pertambangan dengan membuka keran untuk mengekspor bijih nikel, karena ini dapat menghasilkan devisa,” Presiden Kaman Sultra dan Presiden La Mandi menjelaskan. Dikeluarkan pada Kamis (26 Maret 2020).

Baca: Hipmi mendukung upaya APNI untuk kesejahteraan penambang nikel-ia mengatakan bahwa kebijakan lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah meningkatkan transportasi bijih.

Pemerintah harus memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan produksi dan mendapatkan layanan yang baik. — “Dalam keadaan seperti itu, penambangan harus santai, mengapa Anda harus malu. Selain itu, menurut berita yang saya baca, anggaran nasional kita saat ini mengalami nilai tukar sekitar Rp. Dia menjelaskan bahwa ini adalah 450 miliar .– –Menurutnya, kebijakan pelonggaran industri pertambangan bukan bagian dari keinginan laba, tetapi bagian dari ekonomi mata uang dan ekonomi pedesaan. Karena ini akan memiliki banyak efek. — “Untuk kebijakan ini, negara tidak perlu mengeluarkan anggaran. Pemerintah pusat hanya perlu mengeluarkan kebijakan relaksasi ekspor dalam jangka waktu terbatas, “katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *