Menjelang pembatalan tahun 2020, pengusaha travel berharap calon jemaah tidak meminta pengembalian uang

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Syam Resfiadi, Ketua Federasi Serikat Pekerja Omra Haji (Sapuhi) Indonesia dan Direktur PT Patuna Mekar Jaya (Perjalanan Patuna), meminta calon peziarah untuk tidak membatalkan ziarah dan meminta pengembalian dana. Dikatakan bahwa calon jamaah akan menanggung biaya administrasi. Dia mengatakan kepada Kompas.com, Selasa (6 Februari, 2020): “Oleh karena itu, kami meminta para peziarah untuk tidak membatalkan dan menunda, agar tidak terpengaruh oleh biaya manajemen dari biaya pembatalan.”

Pada saat yang sama, potensi keputusan untuk membatalkan ziarah Peziarah yang bepergian dan meminta pengembalian uang harus melengkapi bukti pembayaran.

“Kami adalah PKH (pengelola keuangan Chaoj), dan harus menerima laporan dari jamaah, data lengkap dan bukti yang relevan, dan sebagaimana disebutkan dalam artikel Kompas.com, akun jemaahnya sendiri mengatakan:” Dibatalkan, silakan perjalanan Pe, harap anggota masa depan tidak akan mengembalikan uang.

Syam menambahkan pengembalian dana ke Ha Ha akan disalurkan. Ia menjelaskan: “Saya berharap rekening jamaah haji bisa dalam valuta asing. Karena BPKH juga menyetor dalam valuta asing, tidak ada selisih kurs.”, Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan, dengan diberlakukannya kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah, calon jemaah haji baik biasa maupun istimewa sudah membayar biaya perjalanannya. Jemaah tahun ini otomatis akan menjadi jemaah haji tahun depan .— Setoran pembayaran Bipih yang telah dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh BPKH.

“BPKH juga akan membagikan nilai dana setoran kepadanya, menjelaskan jemaah haji gelombang pertama akan diberangkatkan pada pukul 1442H / 2021M dalam 30 hari terakhir sebelum pemberangkatan. ziarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *