Harga anjlok, importir bawang putih membantah melanggar aturan pelonggaran impor

Laporan reporter Tribunnews.com Choirul Arifin

Tribunnews.com, Direktur Hortikultura Kementerian Pertanian, Jakarta-Prihasto Hal ini dilakukan atas izin Direktur Jenderal Departemen Hortikultura.

Prihasto mengumumkan di hadapan Komite Keempat DPR RI bahwa ia akan mengutuk 34 perusahaan tersebut karena bergabung dengan Partai Buruh karena melanggar Undang-Undang Hortikultura Nomor 13 Tahun 2020. — Menanggapi laporan tersebut, Mulyadi, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Bawang Putih Nusantara (PPBN), menyatakan selama masa lepas tersebut, pengusaha tidak melanggar ketentuan apapun terkait impor bawang putih. Terkait pelonggaran regulasi bisnis impor Nomor 27 Tahun 2020, akibat keputusan presiden dan hasil rapat kepala operasional, Menteri Perdagangan dan Kementerian Koordinator Nasional Mugliadi mengatakan kepada media bahwa saat pandemi corona, perekonomian sangat parah. Melonjaknya harga bawang menanggapi. Jakarta, Kamis (2020/9/9). Muliadi mengatakan harga bawang putih saat itu mencapai Rp. 80.000 per kilogram dan dibom dengan harga Rp. 120.000 per kilogram. Sedangkan harga normal di pasaran hanya Rp. 20.000 kilogram per kilogram.

Baca: Pria itu Kaget Saat Mencoba Menaruh Bawang Putih di Telinganya Sebelum Tidur. Hasilnya Sbb: “Apakah Bawang Putih Impor Tanpa RIPH Dilarang? Yang Jelas, Kata Mugliadi. Semua Bawang Putih Impor Masuk Karantina. “Dia berkata. Muliadi mengatakan, sesuai rapat koordinasi teknis Kementerian Koordinator Perekonomian yang dihadiri Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan. Sesuai tugas dan fungsinya, badan karantina ditunjuk untuk memeriksa dokumen dan status kesehatan bawang putih dan bawang merah impor, serta berwenang untuk mendaftarkan ada tidaknya RIPH. Wah, kenapa kita rewel soal impor tanpa RIPH? “, Dia berkata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *