Karena perubahan dalam pola pengeluaran masyarakat, penjualan berpindah dari UMKM ke online

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Agen TRIBUNNEWS.COM-Jakarta. Hrustiati, Wakil Menteri Restrukturisasi Perusahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengatakan saat itu akibat kebijakan stay-at-home, pola konsumsi masyarakat berubah. Serius melakukan transformasi bisnis dari tradisional ke online. Ini untuk menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi virus Corona (Covid-19), “katanya di webinar krisis yang diadakan di Jakarta, Rabu (29/4/2020), masih memungkinkan untuk bertahan hidup .–” tambahnya : “Ini juga menjadi tantangan dan peluang bagi UMKM untuk mempromosikan produknya.”

Webinar ini ditujukan untuk UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19, sehingga dapat menyesuaikan saluran untuk penjualan layanan online. .

Baca: Kredit kurang dari 500 juta rupiah bisa mendapatkan hingga 6% bunga bersubsidi dalam waktu 6 bulan

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah mengumumkan kerja sama dengan semua pihak untuk membantu UMKM bermigrasi ke digital . -Ada banyak platform e-commerce di Indonesia yang bisa digunakan untuk memasarkan produk seperti marketing, e-commerce, sosial media dan point of sale -Baca: Iis Dahlia Puyeng tidak memiliki penghasilan dan hanya bersedia memiliki rekening angsuran ratusan juta rupiah Single Homepage-Pada saat yang sama, Fintech telah memperluas bisnis akses jaringan saya dan mempromosikan pengelolaan layanan bisnis yang dikelolanya. “Meski pengusaha UMKM sudah menjajal tempat kerjanya (dari Brick), tapi bisa berjualan ke publik secara online (dengan sekali klik) sehingga pengusaha UMKM bisa terus bertahan dari pandemi Covid-19,” kata Herustiati. ”——Baca: Kisah Chris Navati, Sopir Ojol Cantik, Trauma Pelanggan Laki-Laki

UMKM penyumbang PDB terbesar di Indonesia akan berdampak besar terhadap kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *