Anggota DPP mengapresiasi penyelamatan Garuda yang bisa jadi masalah

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Deddy Yevri Sitorus, Anggota Pansus DPR RI, mengatakan rencana penyelamatan Garuda Indonesia kian berkurang karena terkesan hanya menyelamatkan. Pemegang saham minoritas.

Setelah Departemen BUMN menyatakan dalam rapat kerja dengan Komite VI RPD RI bahwa rencana penyelamatan Garuda akan menggunakan rencana penyelamatan, hal ini dikomunikasikan.

Deddy mengungkapkan, keringanan tersebut berupa pinjaman, dan pinjaman tersebut akan dilunasi dengan bunga.

Baca: Garuda mengatakan bahwa dana penyelamatan pemerintah sangat jarang tidak dapat melunasi utang, dan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Coba kita lihat draf peraturan Kementerian Keuangan (PMK) yang saya dengar sedang difinalisasi oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan,” kata anggota DPR PDI-P itu. Fraksi meloloskan pernyataan tertulis pada Senin (15 Juni 2020) menurut anggota Partai Progresif Demokratik di daerah pemilihan Kalimantan Utara bahwa cara yang biasa dilakukan perusahaan yang tercatat di bursa adalah dengan menerbitkan saham baru (right of share). ).

Dengan cara ini, pemegang saham harus menambah modal, jika tidak secara otomatis bagian saham akan berkurang (penipuan).

“Pemerintah bisa menyuntikkan PMN untuk membeli saham baru, dan pemegang saham lainnya harus menyimpan sahamnya di bank. Modal,” kata Didi.

Pasalnya, lanjut Didi, Garuda Indonesia perlu menyuntikkan kembali modal untuk mempertahankan posisi ekuitas yang bermasalah. Namun, Didi yang di ambang kematian mengatakan, Garuda malah diberikan pinjaman, yang menambah beban baru, dan pemegang saham minoritas seolah mengambil risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *