Memperkuat rencana percepatan arus kas untuk mendukung daya beli

Reporter Tribunnews Fitri Wulandari (Fitri Wulandari) report-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah tengah menyusun rencana untuk melindungi dan menjaga daya beli masyarakat guna menjaga stabilitas dalam situasi perekonomian yang sedang berlangsung. Perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus korona (Covid-19).

Siaran Pers Kementerian Perekonomian, Kamis (4/4/2020), menyatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan menerima instruksi langsung dari Presiden untuk memprediksi dampak tersebut melalui rencana kerja padat uang, khususnya untuk daerah pedesaan. Dampak orang miskin. “Dari segi kuantitas dan sumber daya,” kata Airlangga dalam siaran persnya, Rabu (4 April 2020). Yang perlu dilakukan sekarang adalah mengintegrasikan semua rencana tersebut, termasuk perencanaan dan waktu pelaksanaan.

“Presiden juga berharap bisa mempercepat rencana kerja kas intensif yang bisa dipercepat ya,” ujarnya. Beberapa dari rencana ini didistribusikan di 34 provinsi.

Baca: 150 Dinasti Arab Saudi yang disebut Covid-19 telah terinfeksi dan dinyatakan positif

Demikian pula, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah mengembangkan rencana kerja padat uang yang akan mengembangkan dan berkoordinasi dengan daerah pedesaan dan tertinggal. Penggabungan Departemen Imigrasi (PDTT) .

Baca: Harga Turun Lagi! Ini adalah daftar rekomendasi yang telah dikumpulkan analis untuk saham-saham berkapitalisasi besar. Menurut Airlangga, rencana tersebut akan dikomunikasikan secara terbuka kepada publik oleh pemerintah agar langkah ini efektif bagi masyarakat yang kurang mampu. Dalam pandemi ini, Airlangga menyimpulkan: “Kapan dan dimana.” Demikian pernyataan rapat terbatas (Lattas) percepatan rencana arus kas intensif pada Selasa (4 April 2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *