Sektor penerbangan membutuhkan stimulus ekonomi untuk mendukung pemulihan industri pariwisata

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kimenhub), mengatakan industri penerbangan perlu dibangkitkan untuk membantu memulihkan industri pariwisata Indonesia. Dia mengatakan langkah-langkah stimulus dapat berupa penurunan harga tiket dan biaya parkir untuk pesawat yang tidak dapat dioperasikan akibat wabah Covid-19. Rapat opini bersama Novie dengan panitia X DPR RI (7 Juli 2020) menyebutkan bahwa pendanaan Covid-19 untuk uji cepat calon penumpang pesawat dan modifikasi sementara sistem gudang pembelian avtur dalam sistem kuota juga dapat membantu dukungan maskapai. Pemulihan pariwisata.

Di saat yang sama, menurut Novy, dalam rangka mendukung pemulihan industri pariwisata melalui perjalanan udara, pihaknya mengizinkan maskapai untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.

Baca: Promosikan Pariwisata di Bandung dan Desak Bandara Hussein Buka Kembali Penerbangan J dan Rute Domestik- “Kenyamanan ibarat menyediakan sistem operasi untuk sistem kargo dengan menggunakan pesawat penumpang,” kata Novi. Pemerintah-Novi terus mengatakan, untuk pesawat penumpang, kapasitas penumpang meningkat hingga 70%, yang sebelumnya dibatasi hingga 50% dari total kapasitas penumpang.

‚ÄúSelain itu, Kementerian Perhubungan juga memberikan pelayanan sementara yang memberikan perawatan pesawat dan izin penyelenggara. Kata Novi, kemudian mengendurkan penerimaan negara bukan keuangan (PNBP), mengendurkan langkah-langkah stimulus Pph Pasal 21, santai Pph 23 , Santai Pph 25 “. — Sedangkan untuk Novie, pihaknya telah memastikan prosedur kebersihan yang dianut selama pandemi Covid-19 dan terus membuka jalan menuju dan dari destinasi wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *