Ekonom: Hukum komprehensif menjadi peluang bagi pekerjaan percetakan pemerintah

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Ekonom Universitas Airlangga di Wasiaturahma mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera mengesahkan RUU Perburuhan.

Setelah krisis akibat pandemi.

Rahma mengatakan bahwa Bill Cipta Karya ada untuk menghilangkan semua masalah yang berkaitan dengan investasi. Menurutnya, alat investasi akan sekali lagi menarik investor ke Indonesia.

Membaca: Melihat kembali ke Kawasan Industri Batang, Presiden berharap untuk membuka sebanyak mungkin pekerjaan

“Ketika investor masuk, akan ada peluang kerja. Karena industri yang akan terpengaruh oleh covid-19 Akan kembali. Ini adalah salah satu tujuan dari Undang-Undang Hak Cipta Ketenagakerjaan, “kata Lahma, Selasa (30/6/2020).

Lakhma mengatakan bahwa membuka peluang kerja dan mendorong pembangunan ekonomi segera setelah pemerintah 19 negara. Pemimpin investasi harus dibuka. Pada saat yang sama, kenyamanan berinvestasi di suatu negara menjadi pertimbangan investor. Menurutnya, ini bisa dimasukkan dalam draft proyek.

Baca: Ekonom: Tidak peduli rezim macam apa, diperlukan dekrit komprehensif

“Ketika berinvestasi, perusahaan sedang tumbuh. Secara otomatis membutuhkan banyak tenaga kerja. Ketika masyarakat bekerja lagi,” Tingkat konsumsi akan dikatakan Rahma: “Itu akan dipertahankan dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi.” Rahma mengatakan bahwa ekonomi global telah dilanda oleh 19 negara. Karena pandemi, banyak investor besar telah meninggalkan negara-negara yang ramah investasi seperti India dan Cina. — Baca: TGB: Sertifikasi halal dalam Undang-Undang Hak Cipta harus mengikuti tiga aturan – meskipun saat ini, investor masih menunggu dan mencari peluang. Setelah pandemi, Rahma percaya bahwa Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini. Rahma mengatakan: “Ini adalah kesempatan bagi investor untuk mengalihkan perhatian mereka ke Indonesia dan berperan dalam pemulihan ekonomi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *