IHSG diperkirakan akan terkoreksi ke 4.317 minggu depan

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Direktur PT Anugerah Mega Investama Jakarta TRIBUNNEWS.COM menyatakan, pasar saham ditutup pada akhir April karena berbagai sentimen positif. Yang kedua adalah penutupan laba dari pelaku pasar, dan diperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal minggu ini memiliki kesempatan untuk merevisinya sendiri, tetapi mungkin menguat akhir pekan ini.

“Kami perkirakan level support akhir pekan JCI menjadi 4317-4441 dan level resistance 4669-4747,” katanya di Jakarta, Minggu (5 Mei 2020).

Karena itu, ia menyarankan agar ketika harga naik, jangan membeli banyak, tetapi harus membeli saham saat ada koreksi atau kelemahan.

Selama periode waktu ini, berita positif pelonggaran kuantitatif (QE) pasar saham domestik minggu ini Bank Indonesia mendukung kinerja yang kuat dari pasangan mata uang.

Baca: BEI menghentikan perdagangan 6 kali bulan ini-ini karena IHSG turun 5% -Bi P Presiden Ery Warjiyo (Ery Warjiyo) mengatakan bahwa skala pelonggaran kuantitatif mencapai 503,8 triliun rupee , Dan meningkatkan pelonggaran cadangan wajib (GWM) dan rasio mediasi makroprudensial (RIM) pada Mei 2020 hingga mencapai 117,8 triliun rupee.

Dari Januari 2020 hingga April 2020, skala pelonggaran kuantitatif mencapai 386 rupee. Triliun rupiah adalah 16,2 triliun rupiah yang diperoleh dari obligasi pemerintah sub-prime yang dibeli di pasar, diikuti oleh 137,1 triliun rupiah yang dibeli kembali oleh bank secara teratur.

Kemudian menurunkan GWM. Jumlah GWM Januari dan April 2020 sebesar 53 triliun rupiah dan menyulut Rp 29,7 triliun. Hans menyimpulkan: “Restrukturisasi pinjaman bank yang dilakukan oleh United Bank of Japan akan sangat berguna karena dana pelonggaran kuantitatif intelijen bisnis dapat mengalir ke sektor fisik. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *