Pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Inggris itu bangkrut saat krisis virus corona melanda bisnis global

Wartawan Tribunnews melaporkan Fitri Wulandari-London TRIBUNNEWS.COM -pemilik Intu, pusat perbelanjaan terbesar di Inggris, bangkrut setelah gagal bernegosiasi dengan pemberi pinjaman pada Jumat lalu. Ia memiliki pusat perbelanjaan tepi danau raksasa Essex, pusat perbelanjaan Merry Hill di West Midlands dan Pusat Trafford di Manchester berkata, Pusat perbelanjaan ini akan terus beroperasi. Manajemen Intu mengatakan: “Terus diskusikan syarat-syarat perjanjian kredit macet dengan kreditur Intu Group. Sayangnya hal ini kurang tepat.” Bacaan: Dibatasi 50%, berikut ini jumlah pengunjung pengelola mal dari Sputnik News mengutip pada Senin (29 Juni 2020) bahwa Intu memiliki 9 dari 20 pusat perbelanjaan terbesar di Inggris dan saat ini mempekerjakan 2.500 karyawan. Enam pusat perbelanjaan terbesarnya berada di dekatnya. Mereka punya karyawan uluh di pusat perbelanjaan.

Kecuali pemberhentian 20% pegawai kantor pusat.

Baca: Turis Wajib Patuhi Aturan Kesehatan Ini Saat Mengunjungi Pusat Perbelanjaan atau Pusat Perbelanjaan Bahkan sebelum krisis Coronavirus (Covid-19) melanda kedua pusat perbelanjaan tersebut, Spanyol masih mengalami masalah keuangan.

Beberapa penyewa terbesar, seperti Debenhams, House of Fraser dan Topshop, telah menutup pintu mereka dan meminta diskon. Memang merek-merek tersebut juga sulit bersaing dengan pebisnis online.

Harap diperhatikan bahwa Intu didirikan pada tahun 1980, pada saat itu bernama Intu, dan utangnya lebih dari 4,5 miliar pound. .

Perusahaan memiliki beberapa pusat perbelanjaan terbesar di Inggris Raya, termasuk Trafford Centre di Manchester dan Metropolitan Center di Tyneside.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *