Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma menarik cek SIKM penumpang

Reporter Tribunnews.com, Hari Darmawan melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini, tidak ada inspeksi lisensi ekspor (SIKM) di Tangerang di Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Halim Perdanankusuma. Muhamad Wasid, Direktur Operasi dan Layanan di PT AP II, mengatakan bahwa ini mengikuti keputusan Pemerintah Provinsi DKI di Jakarta untuk menghapus persyaratan SIKM dan menggantinya dengan inspeksi metrik likelihood metric (CLM).

Menurut Wasid, saat ini, hanya pelancong yang mendarat di Soetta dan Halim Perdanakusuma yang telah diperiksa. Kartu peringatan kesehatan (HAC) atau kartu peringatan kesehatan elektronik (e-HAC) dan suhu tubuh Wahid mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin: “Sehubungan dengan HAC atau e-HAC, penumpang harus menyelesaikan sebelum tiba di bandara keberangkatan dan berada di bandara tujuan. Lakukan inspeksi HAC “. (07/20/2020) .

Baca: Ini adalah metode untuk menyelesaikan SIKM Alternate CLM untuk memasuki Jakarta DKI

Selain Wasid, para penumpang juga harus mengikuti perjanjian pengajuan untuk memverifikasi identitas dan verifikasi pribadi mereka Hasil tes cepat atau tes PCR. Wahid berkata: “Sekarang proses keberangkatan sesederhana dokumen yang diperlukan, hanya kartu ID dan hasil tes cepat atau tes PCR.” — Membaca: Penumpang yang bepergian ke dan dari Jakarta tidak lagi membutuhkan SIKM, PT KAI Imbau jujur Penumpang termasuk CLM

Wasid menjelaskan bahwa karena “proses pemeriksaan dokumen di bandara lebih sederhana, penumpang saat ini hanya perlu tiba di bandara 2 jam sebelum keberangkatan penerbangan.” Wasid mengatakan: “SIKM dibatalkan dan dokumen-dokumen disederhanakan. Divalidasi dan diperpanjang tanggal kadaluwarsa tes cepat dan tes PCR, membuat penumpang lebih fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan. ”Namun, Wasid melanjutkan, menekankan aspek kesehatan dari perjanjian ini tentu saja masih

Wasid juga mengatakan bahwa PT AP II dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen untuk menciptakan bandara yang aman dan sehat dan bandara yang higienis untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *