Warga mengeluh tentang kenaikan tagihan listrik, juru bicara istana membantah kenaikan itu

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Belakangan ini, banyak warga yang mengeluhkan kenaikan tagihan listrik. Angkie Yudistia, juru bicara presiden bidang sosial, menyinggung soal ini.

Menurut dia, kenaikan tagihan listrik bukan karena kenaikan tagihan listrik. -Angkie mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Senin (8 Juni 2020): “Pemerintah menegaskan bahwa harga listrik belum naik karena warga mengeluh terlambat.”

Angkie mencontohkan tingginya tagihan listrik karena lebih banyak di rumah Jumlah listrik yang dikonsumsi oleh kegiatan meningkat pesat. Dia berkata.

Baca: Kementerian Perhubungan akan tingkatkan kapasitas penumpang udara hingga 70%

Secara teknis, menurut Angkie, PLN juga menjelaskan faktor-faktor penyebab tingginya tagihan listrik selama PSBB. Penundaan selama tiga bulan untuk mencegah kenaikan tagihan karena biaya pemakaian yang lebih tinggi dari sebelum PSBB.

Baca: Kadin: Pasca Covid-19, 6,4 Juta Pekerja Dipecat

Guna memantau konsumsi listrik rumah tangga serta pengaduan dan pengaduan, PLN menyediakan beberapa moda transportasi bagi warga, di antaranya Download aplikasi PLN Mobile dan pantau melalui link pln.co.id dan contact center PLN 123.

Bacaan: Bank Mandiri s: “Saat pandemi Covid-19 berakhir, tiga wilayah ini sulit diperbesar.

PLN juga memposting 081-22 melalui WhatsApp resmi -123-123 menyediakan jasa pembacaan meter.

Direktur Senior PLN Zulkifli Zaini menyatakan bahwa PLN adalah badan usaha milik negara dan laporannya harus diverifikasi oleh BPK dan diawasi oleh BPKP sehingga tidak bisa diam-diam menaikkan suku bunga. – Tutup mulut Kami tunduk pada pengawasan internal dan eksternal. Oleh karena itu, dalam hal harga listrik, kami tidak mungkin dan tidak dapat menerapkan kebijakan yang sewenang-wenang, ”kata Zulkivli dalam siaran persnya, Sabtu (9/5/2020).

lonjakan harga ruang kuliah: Ihsanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *