BI kembali mengutarakan aktivitas konstruksi, BI berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan membaik

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia akan membuka sembilan sektor ekonomi melalui Kelompok Kerja Percepatan Manajemen Covid-19 sebagai bagian dari implementasi Covid-19 Safe Production Society atau standar baru di 102 daerah / kota. — Letjen Doni Monardo, ketua kelompok kerja pusat dan ketua umum BNPB, mengatakan bahwa derajat keterbukaan berdasarkan data epidemiologi, pengawasan kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan menggunakan indikator kesehatan masyarakat untuk mempelajari penularan risiko. Selain itu, penilaian dampak ekonomi dilakukan dengan menggunakan indikator indeks d ‘yang melibatkan tiga aspek dampak ekonomi yaitu ketenagakerjaan, proporsi PDRB menurut sektor, dan indeks keterkaitan sektor, ”ujarnya, Jumat. Siaran pers menyebutkan (6 Mei 5, 2020) Baca: Akibat dari pertemuan reguler PSSI av ec FIFA, Piala Dunia FIFA U-20 2021 tetap digelar sesuai jadwal-Duny mengatakan tentang 9 area yang akan dibuka kembali, meliputi Pertambangan, perminyakan, industri, perusahaan konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan angkutan.

Duny mengatakan menurut keputusan tersebut, kesembilan sektor tersebut dinilai kurang berisiko terhadap ancaman Covid-19, namun Hal tersebut menciptakan peluang kerja yang luas dan memiliki dampak ekonomi yang besar.

Pembukaan sektor ekonomi tersebut dilakukan oleh kementerian dan komisi terkait melalui penerapan regulasi kesehatan yang ketat, mulai dari tahapan pendidikan, sosialisasi dan simulasi .— – “Prosedur implementasi yang diterapkan oleh masing-masing departemen dijelaskan oleh departemen terkait Duny.

Selain itu, Duny juga menambahkan, pihaknya juga melakukan monitoring dan evaluasi secara permanen dengan kementerian terkait, lembaga, pokja pusat dan daerah, serta seluruh lapisan masyarakat. Dalam perkembangannya, kasus Covid-19 terjadi di departemen ini, dan satgas akan merekomendasikan departemen tersebut kepada departemen terkait untuk menghentikan aktivitasnya. Kata Doni, jika mungkin menyebar secara lokal ke seluruh masyarakat, lakukan tindakan preventif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *