UMKM harus berinovasi dalam menghadapi pandemi Covid-19

Reporter Jakarta Tribunnews.com Eko Sutriyanto melaporkan-Pendiri dan CEO Etanee Cecep Muhammad Wahyudin mengatakan bahwa untuk bisa bertahan dan menciptakan inovasi baru, pengusaha atau UMKM harus memahami dan membaca status dan kondisi perkembangannya. Hal ini terlihat dari perubahan kebiasaan masyarakat, seperti kebutuhan masyarakat itu sendiri, misalnya sektor yang bertahan atau malah melambung yaitu sektor jasa, kesehatan dan sektor pangan. — “Ini harus dipahami oleh para pelaku bisnis.” Dalam sesi Cecep bertajuk “Inovasi dalam sebuah pandemi? Diselenggarakan oleh BFI Finance, Rabu (20/5/2020).

Diskusi kali ini membahas tentang korporasi dan Bagaimana e-commerce mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap inovatif, bertahan dan pandai menemukan faktor-faktor positif baru. Ia mengatakan: “Pelaku bisnis harus beradaptasi dengan perubahan di masyarakat. “

” Saya juga pernah mengalami masa krisis seperti 1998 dan 2012. Bagaimanapun, kita harus bisa membaca peluang. -Dia berkata: -Kita dapat memanfaatkan kesempatan untuk memungkinkan perusahaan untuk bertahan dari krisis. -Cecep melanjutkan dengan mengatakan bahwa hal terpenting saat ini adalah menggunakan pemasaran digital. Teknologi adalah yang terpenting .- “Dalam hal teknologi, kita harus berpikir matang. Cecep mengatakan:” Kita tidak hanya harus mempertimbangkan kualitas, tetapi juga kuantitas, karena semuanya terbuka dan orang dapat dengan mudah mengaksesnya. Sebagai pelaku bisnis, produksi harus selalu siap. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *