Pertama, BPH Migas dicopot dari jabatannya dan meminta Pertamina memperluas SPBU mini tersebut

Laporan wartawan Tribunnews.com Reynas Abdila

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Regulator Hilir Migas (BPH Migas) menyinggung soal maraknya penjual bahan bakar tidak resmi (BBM) yang menggunakan Pertamini Label pertanyaan.

Pak Fanshurullah Asa, Kepala BPH Migas, mengatakan bahwa Pertamini utamanya di bidang pengawasan kepolisian dan pemerintah atau otoritas daerah.

“BPH Migas hanya membawahi badan usaha (Panitia Koordinasi Penanaman Modal) yang memiliki izin umum yang dikeluarkan BKPM. Pertamini bukan bagian dari Pertamina.” Diskusi virtualnya di Jakarta, Jumat (8 Mei 2020) Mengatakan dalam. Fanshurullah yakin jika Pertamina memperluas keberadaan SPBU mikro yang bisa dikunjungi masyarakat di pelosok daerah, Pertamini akan hilang.

Baca: Pernyataan Menteri Perhubungan Bingung, Sarana Transportasi Khawatir Picu Gelombang Kedua Covid-19

“Solusi Kita Memang Bengkel Kecil Ini, Distribusi Resmi Pertamina Semakin Luas. Harganya mulai dari Rp 100 jutaan, ”jelasnya. . Dia mengatakan, ExxonMobil telah mampu membangun lebih dari 10.000 SPBU dan bengkel kecil serta bengkel minyak. “Jika semua berjalan lancar, Pertamini ini akan terbakar dengan sendirinya,” kata Fanshurullah.

Masúd Khamid, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, mengatakan bisnisnya akan terus memperluas penjualan dengan mendirikan mini service station atau Pertashop. Berbagai produk akan ditampilkan dengan harga dan harga. Jaga kualitas tidak berubah di pompa bensin.

Rencana ini merupakan pengembangan dari rencana Pertamina One Village One Outlet (OVOO).

Mas’ud menambahkan Pertamina berasal dari 7.196 ruas jalan di Indonesia dan bertujuan untuk mendirikan Pertashop di ruas 3827. Belum ada organisasi penyaluran BBM dan LPG.

“Untuk mempercepat pengembangan Pertashop, Pertamina telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Dalam Negeri dan memberikan peluang kerjasama dengan pemerintah desa, koperasi dan pelaku niaga atau usaha kecil dan menengah, tambahnya.

Perkenalkan kepada para mitra bahwa Pertamina akan mengembangkan dua model investasi, yaitu Pertamina untuk investasi dan desa yang mengelola atau berinvestasi di dalamnya dengan tingkat bagi hasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *