Bankir itu mencontohkan, dari biaya premium hingga keluhan Jokowi, OJK dibiarkan begitu saja

Reporter Tribunnews.com melaporkan, Jakarta Triuunnews.com, Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diberitakan membubarkan pidato tersebut karena 3 hal menarik, mulai dari masalah premi hingga keluhan Presiden Joko Widodo (Joko). dimensi). Guru Besar dan Kepala Pusat Informasi Pembangunan Wilayah LPPM UNS Lukman Hakim mengatakan, kendala pertama adalah keberadaan OJK, biaya industri perbankan semakin mahal.

“Mahalnya biaya karena OJK mensyaratkan pengurangan bonus sektor keuangan. Sekarang 0,045% yang menjadi beban masyarakat,” ujarnya dalam webinar, Jumat (24/7/2020). Mengatakan. Kedua, lanjut Lukaman, terdapat masalah koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) yang menentukan masa depan suku bunga, yang tidak sinkron dengan penurunan suku bunga. Bunga bank.

Baca: Jaksa Agung OJK Tak Awasi Jiwasraya

“Ini keluhan lama, apalagi Presiden Jokowi yang sudah terlibat masalah ini. Pemerintah merekomendasikan BI turunkan suku bunga, tapi departemen (bank) Jangan langsung turunkan suku bunga, ”dia yang juga komisaris independen Bank DKI. -Orang OJK cenderung memiliki reputasi tinggi, tetapi tidak begitu rendah hati.

“Jadi ini isu yang penting. Saya sering bertemu dengan wartawan untuk membahasnya”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *