Upacara peresmian taman khas Sri Mulyani menjadi anak asli Semarang

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan masa kecilnya di Semarang melalui akun Instagram @smindrawati. — Baca: Jika Menkeu Sri Mulyani Merasa Bodoh Soal Virus Corona, Pecat Orangnya

Bacaan: Sri Mulyani Tentang Keuangan Indonesia Kisah Sejarah Sistem

Gunung Jagatipati, Gashuku Semarang, Ongaran “Belanja di Pasar Bulu dan Dukderan Pasar Johar, Hiburan dan Makan di Simpang Lima,” kata Sri Mulyani .

Semarang, lanjutnya mengatakan bahwa sebagai kota masa kecil selalu mendapat tempatnya, sehingga ketika diundang oleh Wali Kota Semarang untuk membuka Taman Tanda Tangan Revolusi Semarang, ia sangat senang. Berada di Jalan Pierre Tendean (Jalan Pierre Tendean) dan Jalan Pemuda (Jalan Pemuda). Ini sebagai bentuk optimalisasi aset milik negara. “Aset lama BPPN yang dia berikan kepada Pemerintah Kota Semarang oleh Kementerian Keuangan.

Tujuannya untuk menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial, terutama untuk mendukung terwujudnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“ Saya harap logo ini Keberadaan taman ini akan menjadi pusat aktivitas baru untuk interaksi warga kota Semarang “, kata mantan Direktur Utama Bank Dunia itu .

Ia juga berharap masyarakat Semarang semakin mencintai kotanya. Bagi mereka, Mereka dapat membantu meningkatkan kecantikan, kecantikan, dan kesehatan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *