Setelah menjadi pembuat topeng saat pandemi korona, pedagang tersebut memperoleh puluhan juta rupee

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Selama epidemi Covid-19, banyak peserta ekonomi telah terpengaruh dan hilang.

Beberapa dari mereka mencari strategi lain dengan menyerang bisnis mereka untuk bertahan dari pandemi.

Herwadi (39 tahun) adalah nasabah sekaligus pedagang sandang BRI, menyimpang menjadi produsen masker kain di desa Salage, perbatasan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak Maret beberapa tahun lalu, dia menjadi produsen dan penjual topeng. Oleh karena itu, dia melakukan yang terbaik untuk mempertahankan bisnisnya dan menjaga dapur tetap panas. Inisiatif resmi Sabuk dan Jalan tersebut diterima Kompas.com, Senin (20/4/2020), sejauh ini telah berhasil mendapat pesanan 10.000 masker dari Pemerintah Kabupaten Kabupaten di Lombok Timur. Akan didistribusikan ke daerah oleh pemerintah. –Herwadi mengaku menjual masker tersebut kepada pemerintah dengan harga masing-masing Rs 3.500.

“Suatu hari, saya membuat sekitar 1.000 lapis masker lapis tunggal. Kita jual ke pemerintah dengan harga Rs 3.500.” Dulu kalau dijual langsung ke makelar atau perantara bertopeng, saya biasanya memberikan setiap lembar kertas. Harganya 5.000 rupee, “ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *