Kemenkop dan UKM menjaga produksi dan penjualan kopi di Indonesia

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor antara lain pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak terkecuali rantai kopi di Indonesia. Bapak Riza Damanik, Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengatakan bahwa pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus memperkuat rencana dan program untuk membantu koperasi dan UMKM (termasuk industri kopi) serta meramalkan Covid-19. Dampak epidemi.

“Selain anggaran pengelolaan kesehatan, jaringan jaminan sosial dan jaringan penyelamatan UMKM menjadi prioritas pemerintah,” kata Riza di Virtual Coffee Symposium (DISKO). “Pandemi Covid-19 diperkirakan akan berdampak pada manusia. Dampak dari langkah-langkah tersebut menurut Riza antara lain: pelonggaran kredit korporasi, stimulasi kredit kepada UKM dan koperasi, pembebasan pajak UMKM, kartu pra kerja, kartu sembako, bantuan tunai dan langkah-langkah stimulus pembelian tenaga listrik. Produk UMKM .– – “Termasuk keterlibatan UMKM dalam pembuatan masker non medis,” kata Riza Direktur Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro.

Menurutnya, pihaknya telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti mengurangi korporasi. Kredit dan persiapan pasar ekspor alternatif. Rendah yakni 6% per tahun, tanpa jaminan, dan jumlah pinjaman maksimal Rp50 juta. ”Hendratmojo mengatakan: -Pada tahun 2020, Hendratmojo mengatakan target cabang perkebunan mencapai 20,37 miliar Rs. KUR, yang mencakup hulu Rs 197,6 crore dan detail hilir. “Untuk produk besar di bidang ekspor seperti kopi,” kata Hendratmojo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *