Pidato Maruf Amin: Industri asuransi syariah harus menghargai tata kelola perusahaan yang baik

Laporan berita dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Maruf Amin, Wakil Presiden, diminta untuk meningkatkan pemahaman industri Syariah untuk meningkatkan pemahaman tentang produk dan industri asuransi syariah Islam, terutama dalam skala besar Selama epidemi, virus Corona atau Covid-19 terus menyebar.

Upaya harus dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap asuransi Syariah.

Baca: Pegadaian dan Askrindo Syariah menjalin kerja sama untuk memperkuat pemasaran dan penjualan produk

“Industri asuransi syariah harus lebih memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik atau tata kelola perusahaan yang baik (GCG).” Penerapan GCG yang benar harus Hindari masalah di industri asuransi, seperti pelanggaran kontrak oleh banyak perusahaan asuransi, ”kata Maruf pada pertemuan khusus Konferensi Keanggotaan Tahunan (RAT) dan Asosiasi Syariah Indonesia (AASI) yang diadakan pada konferensi video pada hari Selasa. (06 / 30/2020 ) .———————————————————————————————————————— Lembaga (IFDI), Indonesia dan Islamic Finance Index (IFCI) telah melakukan penilaian yang baik terhadap Indonesia, “kata Maruf-Maruf mengatakan bahwa situasi ekonomi global akibat Covid-19 telah melambat atau menurun, yang telah mempengaruhi kelangsungan asuransi Islam. Dia mengatakan: “Industri takaful industri harus lebih memperkuat inovasi produk takaful untuk meningkatkan inklusivitas dan mendukung pengembangan industri takaful. Ia juga harus mengeksplorasi industri gay potensial yang tidak dilayani oleh asuransi syariah. — Maluf percaya bahwa Indonesia memiliki populasi lebih dari 260 juta, kebanyakan dari mereka adalah Muslim, yang merupakan potensi besar dan harus dikembangkan dengan penuh semangat oleh para praktisi asuransi Hukum Syariah.

Selain itu, Maluf percaya bahwa pemerintah Komitmen terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah akan terus diwujudkan secara terpadu untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional.

Pelepasan Peraturan Presiden No. 28 tahun 2020 tentang Dewan Ekonomi Nasional dan Lembaga Keuangan Syariah (KNEKS) , Perkembangan ekonomi dan keuangan hukum Syariah telah diperkuat. Pasar telah mengadopsi program FLPP- “Melalui KNEKS, pemerintah berupaya membuka jalan untuk menyediakan asuransi syariah bagi komunitas kecil dan menengah dan komunitas mikro dalam mendukung keuangan Islam. Percepat dan inklusif. “

” Ini adalah untuk mencapai visi nasional pengembangan ekonomi dan keuangan Islam, “sebagaimana disebutkan oleh Suriah dalam masterplan ekonomi 2019-2024, Indonesia harus menjadikan Indonesia negara yang mandiri dan makmur dengan menjadi Indonesia Dia menyimpulkan dengan masyarakat sipil: “Ini adalah pusat ekonomi Islam pertama di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *