Gara-gara virus Corona, kekayaan keluarga Hartono lenyap 96,75 miliar rupee!

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi virus corona (covid-19) telah mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan menurunkan harga saham dan komoditas.

Pendapatan dan bisnis jutawan otomatis anjlok, memengaruhi nilai kekayaan.

Salah satunya adalah kekayaan. Keluarga Hartono adalah pemilik Djarum, orang terkaya di Indonesia, tahun ini kerugian nilai aset mencapai 12,65 miliar dolar AS (./4/2020), dan kerugian aset mencapai 196,75 miliar rupee. • Sama seperti Petir Siang Bolong, masalah Edi Hartono dikenal dengan memiliki 3 mobil mewah, mengingat KTP-nya adalah data hilang yang dilaporkan Bloomberg. com, hingga 25 April 2020, tingkat depresiasi aset beberapa taipan Indonesia yang masuk dalam daftar 500 orang terkaya dunia sudah mencapai double digit. Budi Hartono dan Michael Hartono, dua keluarga terkaya di Indonesia, juga harus mengalami penurunan ini.

Budi adalah orang terkaya di Indonesia, peringkat 126 dunia, dan memiliki kekayaan 10,7 miliar dollar AS. — Jumlah ini telah menurun sebesar US $ 6,44 miliar dari awal tahun (yaitu, year-to-date). – • Daftar lengkap sepuluh orang terkaya di Indonesia, kakak Hartono pertama dengan 37,3 miliar dollar AS!

Orang terkaya ke-141 di dunia ini memiliki total nilai aset sebesar 9,87 miliar dolar AS, turun 6,21 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya.

Pemilik Grup Djarum melewati sebuah perusahaan rokok, namun kini Djarum telah melebarkan bisnisnya ke real estate, perbankan, elektronik, pulp dan kertas, perkebunan, dan telekomunikasi melalui modal ventura GDP Venture untuk mengembangkan perkembangan terkini dalam industri digital.

Djarum Group juga memiliki acara real estat dan hiburan. Meski bisnis utamanya tidak tercatat di bursa, setidaknya ada dua perusahaan grup Djarum yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). -Next Haraman ===============>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *