Manfaatkan layanan GrabExpress dari pemilik Roomfay: sangat berguna!

TRIBUNNEWS.COM-Indikator memulai bisnis adalah waspada terhadap peluang yang ada. Hal itu diungkapkan Fauziah Yusuf, salah satu pelaku usaha di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Makassar. Saat itu, dia mengatakan ingin membawakan seikat bunga untuk temannya yang akan lulus. Namun karena harga buket saat itu sangat mahal, ia memutuskan untuk membuatnya sendiri.

“Mengetahui harga buketnya sangat mahal, akhirnya saya memberikannya sendiri kepada teman saya,” kata Fozia, Kamis (13/8/2020). .

Melihat peluang tersebut, Fauziah akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan bernama Roomfay.

Sejak berkecimpung di dunia ini, pemiliknya terus belajar agar jasa pembuatan buketnya dapat memenuhi kebutuhan dunia. konsumen. Selain terus belajar, ia juga menggunakan media sosial untuk mempromosikan usahanya.

“Saya terinspirasi dan melihat peluang bisnis dari sana. Saya belajar sendiri bagaimana menggunakan bahan seperti kain, potongan-potongan kecil dan makanan ringan untuk membuat karangan bunga dengan berbagai bentuk,” tambahnya: “Seiring waktu, pesanan Akumulasi lebih banyak. Bahkan, diakuinya pengiriman order ke pelanggan itu sangat ribet. ”“ Saya kasihan karena harus kirim sendiri. ”Katanya-untuk mengatasi masalah ini, dia memutuskan menggunakan layanan GrabExpress, Fauziah mengaku. Layanan ini sangat membantunya untuk mengembangkan bisnisnya.Memang, memberikan kemudahan baginya untuk memberikan karangan bunga kepada konsumen karangan bunga Bengal. -Fauziah mengatakan selain bisa mengirim ke 5 alamat sekaligus, GrabExpress memang membantunya mengirimkan buket berukuran besar.

“Selain itu, yang terbaik adalah menggunakan GrabExpress, karena jika pesanan buket besar, saya bisa memilih mobil GrabExpress untuk mengantarkan buket ke pelanggan. Fauziah menjelaskan bahwa dia dalam keadaan utuh dan dalam kondisi baik.-

– Melalui usahanya, ia berkata bahwa ia dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup dan terus hidup .

“Selain bisnis ini, saya juga dapat menghemat kebutuhan sehari-hari. Dia berkata. Dia menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *