Penilaian PSBB Jakarta, penilaian Banggar DPR membutuhkan kebijakan pasar keuangan yang diharapkan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Badan Anggaran DPR RI (Bangladesh) Bpk. H. Said Said Abdullah mengkritisi keras kinerja Pemprov DKI di Jakarta yang gagal dalam pemberantasan virus corona atau vaksin Covid. populer.

Hal ini tercermin dari sikap Pemerintah DKI, Pemerintah DKI tidak memiliki rencana aksi untuk menanggulangi virus mematikan yang telah memakan banyak korban di bidang kesehatan dan sosial ini. Bidang ekonomi dan keuangan.

“Saya kira mereka tidak memiliki action plan untuk kebijakan publik. Dampaknya telah mempengaruhi banyak bidang, termasuk masyarakat, ekonomi dan kesehatan,” kata Abdullah, Jumat (09/11). / 2020) diungkapkan di Jakarta. 92 poin dari 257. menunjuk ke level perdagangan 4.891,46 pada hari Kamis, 10 September 2020.

Baca: Akibat Kebijakan Ketat PSBB Anies Baswedan, Menteri Airlangga mengatakan IHSG turun setelah tengah hari – market cap habis hampir 300 triliun rupiah

Pemerintah DKI Jakarta mengumumkan niatnya pada September 2020 Pasca pemberlakuan penuh pembatasan sosial skala besar (PSBB) pada Senin tanggal 14, IHSG jatuh ke zona merah. Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk sementara membekukan (menghentikan) perdagangan karena indeks turun 5% pada Kamis 10 September 2020.

“Saya mendukung pergerakan otoritatif pasar saham dengan menghentikan sementara (menghentikan perdagangan). Said berkata:” Sebagai tanggapan atas penjualan panik oleh pedagang pasar saham. – DPP PDI Presiden Perjuangan Bidang Perekonomian Bidang Ekonomi meminta otoritas BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengevaluasi kebijakan penolakan otomatis di bawah minus 7% yang diberlakukan BEI, jika justru menimbulkan reaksi berlebihan kepada pelaku pasar saham.

Karena kebijakan ini tidak mengutip otoritas pasar saham lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *