Mengoptimalkan kredit dengan membuat pusat pelatihan sebagai solusi pemulihan ekonomi ibukota

Laporan reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi perekonomian DKI Jakarta-ribuan usaha mikro, kecil dan menengah telah ditangguhkan untuk produksi animasi. Usaha besar dan menengah masih stagnan.

Usai dibukanya banyak departemen pada masa transisi, Pemprov DKI Jakarta harus mengoptimalkan kebijakan keuangan mikro untuk memulihkan pelaku usaha ibu kota.

Ketua Himpunan Pengusaha Adat Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Saman Simanjorang mengungkapkan hal tersebut dalam diskusi virtual pada Rabu (22/7/2020) bertajuk “Optimalisasi Kredit Usaha Mikro Untuk Memulihkan Jakarta Ekonomi”. — “Dalam hal ini, kita tahu ribuan industri besar dan menengah juga mengalami stagnasi, sehingga ribuan UMKM di-suspend. Kita saksikan PHK 500.000 karyawan. Jika PHK akan semakin menambah Covid Masalah politik tidak benar, ‚ÄĚkata Saman. Pemalsuan SK BKD Negara Lampung

Baca: Almarhum Ayahnya Ivan Gunawan (Ivan Gunawan) Sengketa Kartu Kredit Pada Pertemuan Terakhirnya, Khususnya Perekonomian DKI Jakarta, Ini Cukup untuk mempengaruhi keadaan perekonomian nasional. 18,10% dari aktivitas ekonomi negara terkonsentrasi di Jakarta.

Faktanya, wilayah Jakarta menyumbang 70% dari omzet-untuk itu, Saman meminta Pemprov DKI untuk “lebih memperhatikan sektor komersial. Kebijakan yang diputuskan juga akan menguntungkan usaha ekonomi kecil dan menengah.

” Merumuskan kebijakan yang menguntungkan industri dan perdagangan. Kami berharap Pemprov DKI di bidang ekonomi harus mengevaluasi kebijakan ekonomi ke depan. Dia berkata: “Situasi ekonomi sektor ini harus dievaluasi agar tidak menghalangi sektor komersial.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *