Kebijakan pelonggaran KUR membantu UMKM dalam pandemi

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan sebagai penyerap tenaga kerja saat pandemi COVID-19, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan: “ Kini masyarakat semakin mudah mendapatkan Kredit Niaga Rakyat (KUR) untuk Mengurangi beban UMKM. -Pelonggaran kebijakan KUR merupakan bagian dari Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk memperkuat daya beli (permintaan) dan produksi (pasokan).

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 123,46 miliar kepada UMKM Anggaran PEN ada pada anggaran perawatan. Pada tahun 2020, total Covid-19 akan menjadi 695,20 miliar rupiah. Rencana PEN akan berlanjut hingga 2021.

Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 8 Tahun 2020 tentang Manfaat KUR Peraturan khusus tentang dampak manusia. Selama pandemi COVID-19, pemerintah melonggarkan pembayaran bunga dan menunda pembayaran pokok Chur.

Ketentuan untuk pembayaran pokok ditunda dan memberikan 6% untuk tiga bulan pertama Tambahan subsidi bunga, tambahan 3% subsidi bunga untuk tiga bulan berikutnya, perpanjangan jangka waktu, kenaikan batas atas dan keterlambatan dalam memenuhi persyaratan administrasi yang diajukan ke KUR.

Pekerjaan ini diharapkan dapat membantu mendorong perkembangan ekonomi Indonesia, khususnya bisnis Kegiatan, terutama usaha kecil dan menengah.

Dukung pemerintah. Pada Mei tahun lalu, Grab Indonesia bekerja sama dengan Bank BRI meluncurkan layanan pinjaman tunai dan Kredit Komersial Rakyat (KUR) untuk mitra pedagang GrabFood dan GrabKio yang produktif Plan. Mitra keagenan yang belum mendapatkan akses kredit bank. — KUR plan prioritas dan proses aplikasi yang cepat akan membantu merchant GrabFood dan mitra GrabKios mendapatkan bantuan finansial.

Sebelumnya, Grab juga bekerja sama dengan Bank Mandiri Distribusikan KUR kepada mitra dagang GrabFood melalui proyek percontohan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *