Arif Rahman Hakim (Arif Rahman Hakim): Ubah fokus mencari pekerjaan dan menciptakan lapangan kerja baru

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah mengajak masyarakat kelas menengah untuk mengubah pola pikir, dari mencari pekerjaan hingga menciptakan lapangan kerja baru.

Karena pandemi Covid 19 telah memengaruhi orang dengan insiden tinggi. PHK. Dengan terciptanya lapangan kerja baru, diharapkan dampak PHK dapat diminimalisir.

“Ini membutuhkan pendidikan dan bantuan rekan-rekan di media. Bagaimana kita bisa mendorong tingkat rata-rata seluruh kelas agar mereka tidak diposisikan untuk mencari pekerjaan” tapi saya berharap itu akan dilakukan setelah menyelesaikan studi mereka. Universitas kemudian mencari atau ikut mendirikan perusahaan yang bisa menyerap pekerjaan, ”kata KemenkopUKM, Arif Rahman Hakim, anggota DPRD Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Minggu (11/10/2020) saat mengikuti pelatihan kewirausahaan-menurut Arif. Pemberhentian sementara sendiri merupakan tantangan bagi pemerintah. Pemerintah harus segera mencari solusi agar tidak terjadi efek domino. Pemerintah harus memberikan pelayanan yang memadai, ”kata Arif. Menurut data benchmark pemerintah, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini sekitar 8 juta atau terhitung 3,47% dari total wirausaha Indonesia. Jumlah penduduk. Indonesia atau 260 juta jiwa.

“Di RPJMN kita harus bisa 3,9% atau Laju pertumbuhannya sekitar 9,7 juta, jadi kita harus bisa meningkat 1,5 juta setiap tahun, artinya sekitar 500.000 wirausahawan baru harus bisa berprestasi, ”ucapnya. -Arif mengajak semua yang memiliki koperasi dan UKM Departemen pemerintah (K / L) bekerja sama dan menyusun rencana pengembangan kewirausahaan dalam rencana tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sudah menggambar di lapangan, yang menunjukkan ada 18 K / L terkait rencana pengembangan koperasi dan UKM. .

“Dalam rangka memajukan kewirausahaan, 18 K / L telah melakukan kegiatan pemberdayaan. Ia mengatakan: “Dan mengembangkan wirausaha baru di Kementerian. Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Kementerian Pendidikan.”

– Selanjutnya perguruan tinggi dan asosiasi profesi dari dunia usaha juga memulai usahanya rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *