Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak menafsirkan fatwa MUI dalam menanggapi doa Idul Fitri

TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi masyarakat dengan menjelaskan implementasi MUI Fatwa sendiri tentang shalat Idul Fitri di tengah Covid-19. — Ini terkait dengan MUI Fatwa, yang memungkinkan sholat Ied di masjid atau di alam liar.

“Di daerah-daerah di mana itu selalu mendesak, Idul Fitri berdoa di rumah. Di daerah yang dikontrol, umat Islam dapat melakukan di luar ruangan, tetapi dari kejauhan.”

“Apakah itu diizinkan atau tidak Situasi akan diputuskan minggu depan, “katanya dalam kutipan di YouTube Kompas TV, Jumat (15/5/2020). Dia menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa tidak ada 100% dari wilayah tersebut yang berwenang untuk melakukan sholat Ied di masjid atau ladang.

Keputusan ini tergantung pada tingkat penyebaran Covid-19 di setiap wilayah.

Ridwan Kamil juga meminta masyarakat untuk menunggu pemerintah membuat keputusan tentang pelaksanaan saluran di Idul Fitri.

Baca: PP Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran Idul Fitri selama pandemi Covid ke-19

“Mungkin tidak mungkin untuk mengesahkan semua konten di masa depan karena Idul Fitri selalu 100% di rumah. Atau (area) mungkin belum menjadi aktivitas keramaian. Mereka yang dapat melakukan aktivitas level 2 sudah kembali normal, tetapi dengan persetujuan. Kang Emil berkata: “Jadi jika seseorang menerjemahkan, harap tunggu sampai izin untuk memasuki area. Saya pikir Anda bisa menerjemahkannya sendiri. Belum tentu, pemerintah bisa memutuskan. “Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadan? Konsultasikan dengan @ tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi bagian konsultasi Islam Tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *