Masjid Istiklal di atas reruntuhan benteng Belanda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Banyak pekerja sibuk memoles dinding Masjid Istiklal. Masjid terbesar di Asia Tenggara sedang direnovasi. Masjid dengan nilai sejarah yang panjang. Merangsang perdebatan antara Soekarno dan Mohammad Hatta, dua pendiri negara.

Diameter kubah Masjid Istiklal adalah 45 meter. Angka 45 mewakili 1945, tahun ketika Republik Indonesia dinyatakan independen.

Baca: Para psikolog mengatakan bahwa puasa tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga membuat jiwa sehat.

Didi Hadian, staf concierge Masjid Istiqlal menjelaskan bahwa nama Istiqlal berasal dari bahasa Arab, yang berarti kemerdekaan.

Nama kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia di luar kolonialisme. Didi berkata kepada galeri: “Ini adalah manifestasi dari kemerdekaan. Ini adalah ucapan terima kasih kepada Masjid Istiqlal.” Membaca: Industri farmasi nasional diyakini telah berkembang segera dalam pandemi Covid-19. Dua belas pilar mendukung kubah Masjid Istiqlal. Angka 12 ini dimulai dari tanggal kelahiran nabi Muhammad sallallaahu’alaihi wasallam, yaitu 12 Rabi al Awwal. Ini juga menunjukkan bahwa ada 12 bulan dalam setahun.

Baca: Rabu, 13 Mei 2020, Program Studi Rumah TVRI Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Ringkasan dan Jawaban

Masjid Istiklal terdiri dari 5 lantai, dan merupakan salah satu pilar Islam 5 poin. Didi mengatakan: “Area masjid adalah 9,5 hektar. Ini dapat menampung 200.000 orang percaya jika penuh dari lantai pertama ke lantai lima.”

Sengketa antara Sukarno dan Hada didirikan pada 24 Agustus 1961 Sebelum pilar pertama, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohamed Hada tidak setuju. Soekarno berharap untuk membangun Masjid Istiqlal antara Jalan Perwira, Jalan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran. Ketika Hada mengusulkan untuk menemukan lokasi pembangunan masjid di antara orang-orangnya, itu ada di Jalan Thamrin.

Baca: Menurut Marko Simic, peran Mama Abdurrahman di Perija, Jakarta

Ingin dekat dengan Jalan Tanlin (Jalan Thamrin) Mengapa tanahnya datar karena penghematan biaya, dekat dengan pemukiman Muslim. Di sini, benteng Belanda harus diratakan, “kata Didi. Pertikaian antara Sukarno dan Hada adalah demokratis dan menghormati pendapat satu sama lain. Didi berkata:” Perselisihan telah terjadi. Pertikaian klasik sangat demokratis. “Sokano bersikeras, karena dia ingin membangun masjid Istiqlal di atas benteng Belanda yang lama.” Istiqlal dibangun di atas reruntuhan benteng militer Belanda. Ada benteng militer benteng.

Baca: Dari tahun 2020 hingga 2020, pos pemantauan Operasi Ketupat dipindahkan ke pintu gerbang tol Cikupa di jalan tol Bitung

Selain Soekarno, masjid Istiqlal akan dibangun di dekat Katedral Geteja, “Ini Merupakan simbol toleransi antar agama, “tambah Didi.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Terdiri dari Zul Ashfi (Ost. Zul Ashfi), SSI, Lc-Anda dapat mengunjungi consulting@tribunnews.com- untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Konsultasi Islam Tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *